Featured

Menko Polhukam Wiranto Mengantarkan sang Cucu ke Peristirahatan Terakhir di Karanganyar

×

Menko Polhukam Wiranto Mengantarkan sang Cucu ke Peristirahatan Terakhir di Karanganyar

Sebarkan artikel ini

Dalam keterangan sebelumnya di Jakarta, Wiranto mengaku kali pertama mendengar kabar duka itu saat mendampingi presiden dalam pertemuan hari terakhir KTT ASEAN. ”Persisnya sebelum pertemuan berakhir,” kata pria kelahiran Jogjakarta pada 4 April 1947 tersebut.

Mantan menteri pertahanan itu pun langsung meminta izin untuk kembali ke tanah air lebih dahulu. Hari itu juga dia langsung bertolak mendatangi rumah duka di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. ”Syukur alhamdulillah mendapat pesawat. Garuda juga nolong, saya diberi seat,” imbuh suami Rugaiya Usman Wiranto itu.

Bank bjb Tandamata

Ibunda almarhum, Amalia Sianti alias Lia Wiranto, merupakan anak kedua Wiranto. Adik Natarina yang makamnya di samping Daniyal tadi. Lia adalah kakak Ika Mayasari dan Zainal Nur Rizki. Pada 29 Mei 2013, Zainal, anak bungsu Wiranto, tutup usia di Johannesburg karena sakit. Wiranto dan istri dikaruniai tujuh cucu. Almarhum Daniyal merupakan cucu ketujuh.

Abdi Setiawan mengaku, setelah mendengar sang anak bungsu tutup usia, dirinya sempat kesulitan untuk mencari tiket pulang ke Jakarta dari Kendari. Abdi menambahkan, dirinya telah menanamkan pelajaran agama kepada anak-anaknya sejak kecil.

Bahwa setiap yang bernyawa itu akan mengalami maut. Dan, dunia hanyalah sementara. ”Kalau anak yang sudah besar itu mungkin sudah bisa menerima dan ikhlas. Mereka sudah paham kalau kematian itu merupakan takdir,” kata Abdi.

Mengenai mengapa dimakamkan di Karanganyar, Abdi menyebutkan, lokasi pemakaman di Delingan sudah turun-temurun. ”Karena banyak keluarga dari Solo, kemudian eyang dulunya juga sudah memilih lokasi ini sebagai lokasi makam keluarga, dari bapaknya Pak Wiranto. Kalau dilihat itu sudah ada titik-titik sesuai dengan silsilahnya,” jelasnya.

 

(*/c10/ttg)