FeaturedKABUPATEN SUKABUMI

Melongok Janda Tujuh Anak di Palabuhanratu (1)

×

Melongok Janda Tujuh Anak di Palabuhanratu (1)

Sebarkan artikel ini

Setiap tidur, mereka juga kerap kebanjiran lantaran rumahnya pada bocor. Kini ia memiliki beberapa bahan bangunna berupa kayu dan bata hasil jerih payahnya sebagai buruh cuci.

Jika tak ada beras, Ikah pun memanfaatkan ubi agar lima anaknya yang masih kecil tetap bisa makan. Ia hanya mengandalkan Rp500 ribu upah kerjanya sebagai tukang cuci di majikannya Komplek Taman Sari, Palabuhanratu. Adapun untuk mendapatkan tambahan penghasilan, Ikah memanfaatkan waktu libur bekerja sebagai kuli setrika di tempat lain. Tak banyak upah yang didapat. Namun, uang tambahan itu ia syukuri untuk bertahan hidup.

Bank bjb Tandamata

Sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Ikah merasa terbantu meski bantuan itu datang tiga bulan sekali. Setidaknya, lima anaknya yang masih kecil tiga diantaranya duduk di bangku MI Al-Kodsiyah, Cangehgar, Palabuhanratu tetap bisa bertahan mengenyah pendidikan. Lantaran satu anak yang bernama Apdal (14) Droup Out (DO) dari MTs Pasanggrahan akibat tak ada biaya untuk berangkat sekolah.

Tiga anak yang belajar di MI itu yakni, Alfarizi (12) masih kelas IV, Raizal Rasya (10) juga kelas IV, Anjani Khairunnisa (7) duduk di kelas I. Alfarizi ini, pernah menjalankan operasi hernia.

Sedangkan dua anak lagi yang sudah remaja, Rani Purnama Sari (18) bekerja di salah satu Kedai di Kiaralawang, Palabuhanratu dan Rosdiana (22) bekerja di Bank PNM Cisolok.

“Dua anak saya ini yang membantu. Kalo ada rezeki ngasih Rp70 ribu. Itupun kalo ada. Rani kan kerjanya di kedai biasa. Kalo Rosdiana di bagian lapangan. Kadang pulang basah kuyup kehujanan. Saya juga kasihan melihat anak saya, tapi mau gimana lagi. Bisa buat makan mereka juga sudah alhamdulillah, ” bebernya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *