Kemudian, perusahaan multinasional Rusia yang membuka investasi di Indonesia juga akan melirik mereka. Rata-rata perusahaan itu lebih suka merekrut warga Rusia yang mampu berbahasa Indonesia dan WNI yang mampu berbahasa Rusia. Tentunya tanpa mengesampingkan kualifikasi teknis yang dipersyaratkan.
Potensi lainnya ada di sektor pariwisata. Wahid menuturkan, kunjungan wisatawan Rusia ke Indonesia makin meningkat sejak pihaknya menggelar Festival Indonesia. Itu menjadi peluang tersendiri bagi warga Rusia yang ingin membuka biro perjalanan wisata atau sekadar menjadi pemandu wisata lewat kemampuan mereka berbahasa Indonesia.
Kemampuan bahasa penting untuk menjembatani hubungan antarnegara. Bagi Wahid, warga Rusia yang mampu berbahasa Indonesia merupakan jembatan penghubung yang penting antara Indonesia dan Rusia. Manfaatnya sudah terasa sejak era awal hubungan kedua negara di era Presiden Soekarno dan akan terus bermanfaat bagi masa depan hubungan kedua negara.
(*/c9/oni)




