Melihat Laris Manisnya Penjual Bunga di TPU Sukabumi

Tradisi nyekar atau ziarah makam keluarga sebelum dan sesudah lebaran membawa berkah tersendiri bagi pedagang bunga musiman. Seperti, yang terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Taman Bahagia, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, warga setempat setiap tahunnya melakukan penjulana bunga. Pasalnya, setiap Hari Raya Idul Fitri umat Islam biasanya mengunjungi makam keluarga dan kerabat untuk merawat serta membersihkan makam hingga mendoakan leluhur. Terakhir, menabur bunga di atas pusaran.

BAMBANG SURYANA. CITAMIANG

Bacaan Lainnya

Berjualan bunga tentunya sangat menjanjikan karena tidak sedikit yang berdatangan hanya sekedar berzarah ke makam. Hal itu tentunya menjadi kesempatan bagi warga sekitar untuk memanfaat moment berziarah untuk meraih pundi-pundi keberuntungan.

Salah seorang penjual bunga di TPU Taman Bahagia, Ijoh (65) mengatakan, sejak usia lima tahun, dirinya sudah mulai berjualan bunga. Jualan bunga tersebut, baginya menjadi usaha tahunan yang dianggap sangat menguntungkan.

Bagaimana tidak, setiap musim lebaran bisa menghasilkan untung hingga juataan rupiah. “Tahun kemarin saja, dari hasil penjualan bunga tangkai dan bunga tabur mendapatkan untung hingga lima juta rupiah,” kata Ijoh kepada Radar Sukabumi, Rabu (20/6).

Namun menurutnya, pada lebaran kali ini penghasilan semakin berkurang karena banyak warga yang tertarik untuk berjualan bunga. Hal ini, salah satu penyebab berkurangnya penghasilan karena harus bersaing dengan penjual bunga lainnya.

“Lebaran saat ini paling mendapatkan untuk sekitar tiga jutaan. Jelas apabila dibandingkan dengan tahun lalu penghasilannya sangat berkurang,” sahutnya.

Dijelaskan Ijoh, para penzarah sudah berdatangan di dua waktu. Yakni, sebelum memasuki bulan suci Ramadan dan pasca lebaran pengunjung dipastikan membludak. “Saya sudah dari sejak kecil berjualan bunga tabur dan bunga tangkai di sini. Alhamdulillah sangat menguntungkan,” jelasnya.

Adapun sambung dia, bunga yang laris diantaranya, bunga tabur jenis sedap malam dengan harga sebesar Rp 10 ribu dan bunga aster Rp 15 ribu. Sejak H+1, para pengunjung sudah mulai berdatangan serta membeli bunga tabur, “Kedua bunga ini memang paling banyak diminati para penzarah untuk ditaburkan di makam,” paparnya.

Ia menambahkan, per harinya penghasilan dari penjualan bunga ini bisa meraup untung sampai Rp500 ribu rupiah. Sehingga, tidak aneh jika saat ini menjamur para penjual baik bunga tangkai maupun bunga tabur.

“Meski penjualan menurun, tapi saya tidak akan melepas usaha jualan bunga ini begitu saja. Saya akan tetap bertahan untuk berjualan setiap tahunnya,” pungkasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *