Featured

Kisah Sukses Mantan Pegawai Perhutani

×

Kisah Sukses Mantan Pegawai Perhutani

Sebarkan artikel ini

Seingat Jiono, patung yang dipajang di Alun-alun Merdeka Ngawi sejak Rabu (25/7) itu merupakan karyanya yang kesepuluh dengan jenis sama. Sebelumnya, pria yang kini berusia 42 tahun itu memang sudah pernah membuat patung tiranosaurus.

Semuanya sudah laku terjual. Pelanggan pertamanya adalah tempat wisata alam Mojosemi Forest Park, Magetan. ‘’Memang belum lama bikin jenis dinosaurus. Tapi kalau patung animals lainnya sudah dari dulu,’’ terangnya.

Bank bjb Tandamata

Suami Mariati itu mulai menekuni kerajinan kayu bonggol jati sejak 23 Maret 2007. Saat itu, Jiono masih berstatus pegawai di bidang produksi Perhutani. Karena ingin mendapatkan penghasilan lebih, Jiono memutuskan mundur sebagai pegawai badan usaha milik negara tersebut. ‘’Kerja ikut Perhutani sudah 18 tahun. Tapi masih sebagai pegawai biasa,’’ jelasnya.

Selama kurang lebih tujuh tahun warga asli Dusun Ngubalan, Desa Banjarbanggi, Kecamatan Pitu, itu dobel pekerjaan. Sebelum memutuskan berhenti menjadi pegawai 2014 lalu. Saat itu Jiono memang belum diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN). Tapi setelah keluar tiga bulan, surat keputusan (SK) pengangkatan bapak dua anak itu pun keluar. ‘’Ya hangus,’’ kenangnya.

Bukannya menyesal, justru mensyukuri keputusannya keluar dari Perhutani. Maklum, masa depannya sebagai perajin lebih menjanjikan. Kini, dia bisa mengantongi pendapatan Rp200 juta sebulan. Jiono juga mempekerjakan 79 karyawan dari sejak pertama merintis sampai sekarang.

‘’Saya tidak menyesal sama sekali, lagi pula kalau dibandingkan penghasilan saya menjadi PNS juga tidak seberapa,’’ ucapnya enteng.Lalu, bagaimana Jiono bisa menekuni kerajinan bonggol jati itu? Awalnya memang hanya coba-coba. Pertama kali dulu Jiono membuat kerajinan tempat lilin dan dititipkan di tempat jualan temannya. Kebetulan ada yang berminat membeli. Juga orang dari Jogjakarta.