Featured

Ketika Siswa Mendapat Pengajar Dadakan dari Kepolisian

×

Ketika Siswa Mendapat Pengajar Dadakan dari Kepolisian

Sebarkan artikel ini

Selain mengamankan situasi, para personel kepolisian ternyata punya keahlian mendadak. Yakni, mengajar. Hal itu terlihat di SDN Sidodadi 2 Garum. Bripka Zaenuri dan Aiptu Sujianto, anggota Polsek Garum, menjadi pengajar dadakan karena para GTT/PTT mogok kerja demi memperjuangkan nasib jadi pegawai negeri.

MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH, Blitar

Bank bjb Tandamata

JULIA dan teman-teman sekelasnya di SDN Sidodadi 2 Garum tampak riang, (26/9). Sesekali dia serius memperhatikan ’’guru’’ di depannya. Saat itu pelajarannya matematika dan ilmu pengetahuan alam (IPA).

Suasana itu berbeda dengan sebelumnya. Sejak Selasa (25/9), guru kelas yang biasanya mengajar tidak masuk. ’’Biasanya Bu Siti yang ngajar. Kemarin juga tidak ngajar. Sekarang diajar Pak Polisi ini,’’ kata Julia Nensi Resita Putri, salah seorang siswi.

Ya, para siswa kedatangan guru yang tak disangka-sangka. Guru tersebut adalah polisi. Kemarin, beberapa anggota Polsek Garum terjun ke SDN Sidodadi 2. Mereka diminta pihak sekolah untuk mengajar selama beberapa hari ke depan.

Proses belajar dan mengajar memang tidak seserius hari-hari biasanya. Ada beberapa kelas yang mendapat pembinaan dari anggota Polsek Garum. Yakni, kelas II, IV, dan V. Di SDN Sidodadi 2 Garum, tercatat ada delapan guru. Empat di antaranya

merupakan guru tidak tetap (GTT) atau honorer dan sisanya guru PNS. Beberapa hari terakhir, empat GTT itu mengikuti aksimogok kerja bersama ribuan GTT lain se-Kabupaten Blitar.’’Ya, mereka menggelar aksi damai sampai Sabtu (29/9),’’ ujar Bripka Zaenuri saat mengecek hasil pekerjaan siswa di kelas.

Dia mendapat jatah mengajar di kelas II. Kanitbinmas Polsek Garum itu terlihat cekatan saat membimbing anak-anak belajar. ’’Ayo, pekerjaan yang sudah selesai dikumpulkan ke depan,’’ seru polisi 57 tahun tersebut. ’’Kalau sudah selesai, kumpulkan balik ke meja,’’ pintanya kepada siswa.

Zaenuri tak canggung menghadapi anak-anak sekolah, apalagi murid SD. Sebab, pekerjaan sehari-hari di kepolisian perhubungan dengan masyarakat dan lingkungan sosial. ’’Kan di kepolisian juga ada program Si Mas Kosin (Polisi Masuk Sekolah Setiap Senin). Agendanya ngajar, ikut upacara, hingga sosialisasi lalu lintas,’’ ungkap polisi yang tinggal di Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, itu.

Sebelumnya, Polres Blitar meminta seluruh polsek jajaran untuk membantu mengisi jam pelajaran yang kosong karena ditinggal GTT yang demo. ’’Ini instruksi langsung dari Kapolres. Sepertinya ini juga dilakukan di wilayah kecamatan lain,’’ ucap Zaenuri.

Kapolsek Garum AKP Rusmin sempat ikut mengajar. Disu sul Kasatlantas Polres Blitar AKP Amirul Hakim dan beberapaang gota Satlantas Polres Blitar lainnya. Sekolah pun terbantu dengan kehadiran para polisi. Mereka meringankan tugas guru yang harus merangkap kelas.

 

(*/ziz/c18/diq)