Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, mewakili Presiden Joko Widodo, mengatakan sebagai negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia, muslim moderat di Indonesia sangat toleran terhadap agama-agama lain yang diakui.
“Muslim moderat di Indonesia bisa menjadi contoh penerapan Islam yang ‘rahmatan lil alamin’,” kata Puan dalam pembukaan Festival Janadriyah ke-33.
Dalam Festival Janadriyah kali ini, Indonesia mengusung tema persatuan dalam keberagaman untuk memperkuat moderasi dan perdamaian global dengan memperkenalkan keberagaman suku, bangsa, budaya dan bahasa yang ada. “Semboyan negara Indonesia, Binneka Tunggal Ika, memiliki arti berbeda-berbeda tetapi tetap satu,” jelasnya.
Selain itu, Paviliun Indonesia juga akan menampilkan arsip-arsip hubungan baik yang selama ini terjalin antara Indonesia dengan Arab Saudi, yaitu arsip tentang pelajar-pelajar Indonesia yang belajar di Arab Saudi dan kunjungan pemimpin-pemimpin Arab Saudi ke Indonesia.
“Partisipasi dalam Festival Janadriyah adalah persembahan terbaik dari Pemerintah dan rakyat Indonesia untuk memperkuat hubungan bilateral Arab Saudi-Indonesia,” tuturnya.
Menurut Puan, kerja sama kebudayaan seperti Festival Janadriyah merupakan cara terbaik untuk saling mengenal satu sama lain. Kerja sama kebudayaan adalah sebuah dialog peradaban. “Partisipasi Indonesia tidak akan terlaksana bila tidak ada dukungan dan sambutan baik dari Kerajaan Arab Saudi.






