Featured

Inovasi Pelajar SMA Shafta dalam Ekstrakurikuler Sains

×

Inovasi Pelajar SMA Shafta dalam Ekstrakurikuler Sains

Sebarkan artikel ini

Uji Literasi hingga Penelitian, Ciptakan Masker dari Kulit Avokad

Di tangan siswi-siswi SMA Shafta, kulit avokad tidak dibuang, tetapi diolah menjadi Maskukat alias masker kulit
avokad.

Bank bjb Tandamata

______________

Siti Aliyah adalah salah satu penggagas inovasi tersebut. Dia terpicu sampah kulit avokad yang menumpuk.
”Terus, saya mencari info di jurnal penelitian. Ternyata, kulit avokad sangat bagus bagi wajah,” ujar siswi kelas X IPA 2 itu pada Rabu (21/11).

Dia lantas mengajak Puji Rahayu dan Melani Sugiarti untuk meneliti lebih lanjut. Mereka mengonsultasikan ide tersebut
kepada guru biologi, Elis Rahmawati.

Tiga siswi itu diminta uji literasi dahulu. Mencari penelitian-penelitian terkait. Tujuannya, kualitas produk dapat dibuktikan secara ilmiah.
Cara pembuatannya cukup mudah. Kulit avokad dibersihkan, lalu dijemur hingga kering.

”Biasanya tiga hari. Kemudian, di blender hingga menjadi serbuk halus,” ujar Puji.
Meski berkali-kali gagal, mereka tak menyerah mengingat pasokan bahan baku sangat berlimpah.

”Kami mengumpulkan kulit avokad dari pedagang jus. Meminta penjual jus agar kulit avokad dipisah dari kulit buah lain,” ujar gadis 15 tahun tersebut.

Elis menambahkan, masker tersebut telah lolos uji laboratorium. Kulit avokad mengandung antioksidan, minyak alami dan
vitamin. Masker tersebut bisa menyamarkan bekas jerawat, mengecilkan pori-pori wajah dan mencerahkan kulit.

”Ada 50 tester, 85 persen pengguna merasakan manfaat dalam tujuh hari pemakaian. Kelebihannya, tidak menggunakan tambahan
bahan kimia,” ujarnya.
Penelitian itu merupakan bagian dari pembinaan ekstrakurikuler sains SMA Shafta.

 

(eno/c6/any)