Featured

Batik Inovatif Buatan Firman

×

Batik Inovatif Buatan Firman

Sebarkan artikel ini

Pola teyeng memang bukan motif utama. Sebab, cara pemberian pola teyeng tidak menggunakan prinsip pembatikan, yakni pencantingan dan malam. Karena itu, setelah kain kering, tetap ada tahap pencantingan dan pewarnaan. Batik teyeng juga memberi kesan lawas atau kuno dan lebih nyeni.

Firman juga memadukan idenya itu dengan batik yang sudah jadi. Tak jarang, lelaki yang tinggal di Wisma Tengger, Surabaya, tersebut membeli kain batik dengan motif tertentu. Kain itulah yang kemudian diteyengkan. Perpaduan batik teyeng dan batik asli kain tersebut menghasilkan motif yang lebih indah.

Bank bjb Tandamata

Saat ini Firman mulai menuai hasil. Produknya dikenal di pasaran. Permintaan dari berbagai daerah juga banyak. Salah satunya Palembang. Bahkan, ada produk yang dibawa ke luar negeri. Firman juga memasarkan produk tersebut secara online.

Selain memproduksi, Firman memberikan pelatihan di berbagai workshop. Ide batik teyeng yang mulai dia wujudkan pada 2013 itu semakin populer. Kiprah Firman juga menginspirasi pelaku batik lain di Indonesia. Ide bisa muncul dari mana saja. Termasuk dari noda yang selama ini meresahkan perajin batik.

 

(thoriq/c7/ano)