Featured

Batik Inovatif Buatan Firman

×

Batik Inovatif Buatan Firman

Sebarkan artikel ini

Firman lalu mewujudkan ide tersebut. Caranya relatif mudah. Dia menyiapkan bingkai kayu. Ukurannya sekitar 1,5 x 2 meter. Kayu tersebut bisa menampung air. Di dalamnya terdapat spons. ”Kotak ini untuk merendam kain,” jelasnya.

Spons disiram air yang sudah dicampur garam dan ditaburi bubuk besi. Air garam berfungsi untuk mempercepat oksidasi (katalisator). Lalu, spons digunakan agar masih bisa ditembus udara dan kebasahan dapat dipertahankan. Sebab, proses oksidasi dibutuhkan.

Bank bjb Tandamata

Selanjutnya, spons diinjak agar air meresap ke permukaan. Kain yang akan dibatik dimasukkan ke kotak tersebut. Proses belum selesai. Firman meletakkan kawat dan besi di kain tersebut. Lalu, di atasnya diberi kain lagi. ”Bisa beberapa kain untuk membuat batik teyeng,” katanya.

Kain tersebut direndam. Firman menjelaskan, spons di bawah kain itu juga berfungsi sebagai penahan kain agar tidak tenggelam. Kalau kain tenggelam, hasilnya jelek. Selain itu, bagian atas diberi tripleks sebagai pemberat.

Peneyengan kain membutuhkan waktu 24 jam. Apabila hasilnya tidak rata, prosesnya bisa diulang. Namun, rata-rata peneyengan membutuhkan waktu sekitar dua hari. Setelah itu, kain di dalam bingkai kotak tersebut diangkat. Motif karat atau teyeng pada batik pun mulai terlihat. Ada yang berupa bulatan noda, ada pula yang berupa garis teyeng berwarna kuning.

Kain tersebut lalu dijemur. Setelah kering, motif karat atau teyeng itu dicanting. ”Proses pencantingan sama dengan batik biasa,” katanya. Tak jarang, ada motif tambahan di luar teyeng tersebut. Semua bergantung selera dan menyesuaikan coretan teyeng pada kain tersebut.