Dengan begitu, Sri Mulyani meyakinkan bahwa Indonesia mampu menyeimbangkan diri terhadap perekonomian global yang belum sepenuhnya pulih saat ini oleh faktor domestik yang cukup kondusif tersebut.
Dalam rapat paripurna tersebut Sri juga menjelaskan inflasi sepanjang tahun 2017 relatif terjaga pada rentang sasaran inflasi yang telah ditetapkan.
“Tingkat inflasi kita masih tetap terkendali pada level ‘single digit’ selama tahun 2017, inflasi yang terkendali tersebut berkat terjaganya keseimbangan permintaan dan penawaran dan juga rendahnya inflasi komponen harga yang diatur oleh Pemerintah,” tuturnya.
Sri Mulyani juga menyatakan bahwa nilai tukar rupiah di Tahun 2017 juga terbilang lebih rendah bila dibandingkan dengan asumsi pada APBN-P.
Nilai tukar rupiah di tahun 2017 adalah Rp13.384 per dolar AS, lebih rendah dari asumsi APBN-P sebesar Rp13.400 per dolar AS.




