Selain itu, proses produksi Sambal K-Ucan tidak di blender. Melainkan dengan diulek, untuk menjaga citarasa yang khas sebagai sambal rumahan.
“Biar cocok untuk masyarakat yang suka berpergian dan tidak lepas dari sambal,” kata wanita yang aktif sebagai pengurus DPD KNPI Jabar itu.
Sementara, Owner CV. Saung Karuhun Berkah, Yana Hawi Arifin mengatakan, pertama kali merasakan Sambal K-Ucan dirinya melihat adanya potensi yang cukup besar, untuk dikembangkan masuk ke pasar global.
“Awal saya berkenalan dengan Sambal K-Ucan melalui adik kelas saya Syifa (putri),”ulasnya.
Rasanya sudah cukup enak dan unik, tinggal menambah modifikasi bumbu supaya lebih berkarakter dengan tetap mempertahankan sebagai sambal rumahan.”ungkapnya.
Menurut Yana, setelah itu proses dilanjutkan dengan diskusi yang panjang selama dua bulan, maka terjadilah merger pengelolaan perusahaannya. Sehingga, saat ini industri rumahan yang bermarkas di Sukaraja itu berada di bawah naungan CV.Karuhun.



