EKONOMI

RI Kudu Genjot Daya Saing SDM

×

RI Kudu Genjot Daya Saing SDM

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Pemerintah diminta untuk meningkatkan kualitas dan daya saing pekerja Indonesia. Sebab, tantangan ke depan kegiatan perekonomian akan banyak menggunakan mesin dan robot.
Founder Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengatakan, revolusi industri ke-4 akan membawa perubahan struktur ekonomi dan sosial karena industri akan banyak menggunakan mesin. Kondisi ini tentu akan banyak orang kehilangan pekerjaan.

“Mengutip McKinsey, pada 2050, ratusan juta orang di dunia akan kehilangan peker­jaan. Paling banyak di China, dengan lebih dari 200 juta orang di sana akan kehilangan pekerjaan,” tuturnya dalam acara Supermentor–21: What the Future Looks Like, di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta.

Bank bjb Tandamata

Dalam acara tersebut hadir juga CEO Mayapada Group Dato Sri Tahir, Ceo AirAsia Tony dan CEO Telkomtelstra Erik Meijer. Dia mencontohkan, pelabuhan Yangshan di Shanghai pada Desember lalu melakukan uji coba terhadap 100 peralatan otomatis, termasuk 50 kendaraan berpemandu otomatis tanpa pengemudi untuk menangani muatan. Bahkan, Qianwan Qingdao di China menjadi terminal pelabuhan otomatis pertama di Asia dan pelabuhan tersebut mengurangi jumlah pekerja yang dibutuhkan untuk menurunkan muatan kapal dari 60 menjadi sembilan.

Selain kehadiran robot, tantangan lainnya yang saat ini sudah jelas terlihat adalah bentuk pembayaran digital atau cashless transaction. Dino mengatakan, negara seperti Amerika Serikat (AS) saja saat ini 40 persen transaksinya sudah cashless.
Pemerintah harus bijak dalam menghadapi tantangan digital itu. Ia menekankan, agar para pelaku usaha tidak terlalu bergantung pada teknologi dan memalingkan perhatiannya terhadap kebutuhan lapangan kerja orang di sekitarnya.

“Pemerintah harus mencari keseimbangan dari kegiatan ekonomi, dan pantau berbagai pelaku usaha untuk tidak hanya mencari keuntungan semata. Jangan biarkan banyak orang kehilangan pekerjaan karena terlalu bergantung pada sistem robotik,” tukasnya.
Direktur utama perusahaan telekomunikasi Telkomtelstra Erik Meijer mengatakan, penggunaan teknologi pada lapangan kerja akan meningkatkan keamanan karena mengurangi risiko kesalahan manusia.