Dengan ada kenaikan repo rate dan aliran dana masuk, sejauh ini mampu menambah kepercayaan ke pasar dan mendorong penguatan nilai tukar rupiah.
“Instrumen moneter menjadi prioritas BI untuk upaya menjaga stabilitas di tengah gejolak perekonomian global dewasa ini,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo A Chaves memuji Perry. Menurutnya, kerangka kebijakan ekonomi makro yang diambil BI ibarat penyangga terhadap peningkatan volatilitas global.
“Kebijakan moneter telah berjalan dengan baik, menjaga suku bunga riil di wilayah positif dan mempertahankan ekspektasi inflasi.
Belum lama ini, meskipun inflasi stabil, BI menaikkan suku bunga sebanyak dua kali, sebesar 25 bps setiap kalinya, untuk memberi sinyal bagi komitmennya terhadap stabilitas,” ucapnya di acara diskusi ekonomi di Jakarta, Selasa sore (5/6).
Chaves menuturkan, cadangan devisa yang mencapai tingkat tertinggi (record level), dan perjanjian pertukaran bilateral memungkinkan BI mempertahankan nilai rupiah.



