EKONOMI

Perry Warjiyo Suguhi Jamu Pahit Manis

×

Perry Warjiyo Suguhi Jamu Pahit Manis

Sebarkan artikel ini

Tetapi BI tidak bisa begitu. Kita harus sinergi dengan pemerintah dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.Ia mengakui, dari lima bauran kebijakan yang diterapkannya, tak semua rasanya manis.

bank BJB

Ada satu jamu pahit yang mau tidak mau harus ‘ditelan’ jika memang dibutuhkan. Jamu tersebut adalah kebijakan moneter, yang memang pro stabilitas tetapi selalu membuat pertumbuhan minus. Dengan begitu, ekonomi nasional dijamin selalu bugar.

Seperti diketahui, pada Mei kemarin BI menggelar dua kali rapat dewan gubernur (RDG). Hasilnya, rapat memutuskan kenaikan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate (repo rate) masing-masing 25 bps. Sehingga repo rate kini menjadi 4,75 persen.

“Tapi sejak 24 Mei (kenaikan repo rate kedua), kami selalu meng-combine agar jamu pa­hit tadi tadi tidak merembet pada hal-hal lain. Alhamdulillah tingkat inflasi Mei rendah, yaitu 3,23 persen.

Cadangan devisa juga terjaga, yaitu sebesar 124,9 miliar dolar. Nilai ini 22 persen lebih tinggi daripada yang dibu­tuhkan,” beber Perry.

Pada Mei pula pihaknya mencatat ada Rp 13 triliun dana masuk ke Indonesia (inflow), khususnya ke surat berharga negara. Jumlah itu diharapkan akan terus meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *