Menurut Rizal Ramli, Indonesia berpeluang membatalkan kontrak karya 1991 karena sarat korupsi dan penyuapan.
Moffett tahu, bahwa kalau digugat di pengadilan AS, dirinya bisa dinyatakan bersalah. Itulah sebabnya, Moffeett mengatakan bersedia membayar ganti rugi.
Ini adalah posisi Rizal Ramli dalam memandang isu Freeport. Itu sebabnya, menurut dia, keputusan pembayaran 51 persen saham PT Freeport Indonesia oleh PT Inalum adalah langkah yang patut dipertanyakan. Apalagi, dana yang digunakan berasal dari pinjaman luar.Rizal Ramli juga mengomentari twit Mahfud MD yang menurutnya sangat normatif.
“Sahabat saya Pak @mohmahfudmd hanya lihat dari luar secara normatif. Kontrak Kedua Freeport 1991 cacat hukum, krn ada penyogokan thd Mentri Pertambangan Indonesia,” tulis Rizal Ramli.
Mahfud MD membalas twit Rizal Ramli, dan berkata masalah Freeport ini tak semudah yang dibicarakan. Dia balik bertanya, mengapa saat Rizal Ramli menjadi Menteri Keuangan tidak bisa menyelesaikan persoalan Freeport.
“Sahabat sy Pak RR betul, sy berbicara normanya. Krn disitulah simpul problemnya. Tp Pak RR kan pernah di posisi penting.



