PERBANKAN

BRI Komitmen Ciptakan UMKM Naik Kelas

Latih 100 UMKM di Sukabumi, Didukung Penuh Walikota

SUKABUMI – Sebagai bank yang berani turun ke pedesaan dan teruji dalam merangkul Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melalui produk Kredit Usaha Rakyat (KUR), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Sukabumi tetap berkomitmen menjadi penggerak ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM.

Salah satu bentuk komitmennya dibuktikan melalui program corporate social responsibility (CSR) dalam rangkaian HUT ke-124 BRI, di mana perseroan menyelenggarakan pelatihan kepada 10.000 UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia.

Melalui program CSR BRI Peduli ini, BRI menunjukkan komitmen sebagai agent of development, sehingga kehadirannya semakin memberikan kontribusi yang lebih besar pada ekonomi kerakyatan.

Berdasarkan data yang dihimpun Radar Sukabumi, program pelatihan ini dihelat di 100 lokasi/titik dengan masing-masing titik diikuti sebanyak 100 peserta dari kalangan pelaku UMKM binaan BRI.

Untuk Jawa Barat (Jabar) sendiri tercatat ada delapan titik penyelenggaraan yaitu di Sukabumi, Bandung Setiabudi, Indramayu, Tasikmalaya, Garut, Cimahi, Sumedang dan Cirebon. Di Sukabumi, pelatihan dilakukan BRI Kanca Sukabumi di Hotel Horison Sukabumi dan dibuka langsung Walikota Sukabumi Achmad Fahmi, Selasa (12/11).

“Tidak semua bank memberi pelatihan dan konsen terhadap para pelaku UMKM selain BRI,” kata Pemimpin Cabang (Pinca) BRI Sukabumi, Windriyo Aribowo kepada Radar Sukabumi yang ditemui di sela-sela kegiatan.

Ia menganggap UMKM ibarat anak yang harus dibimbing dan dikembangkan baik secara marketing dan pendukung lain, termasuk pembiayaannya. Apalagi sekarang zaman sudah bergeser ke e-commerce yang menyajikan kemudahan dan kecepatan khususnya dalam hal pemasaran produk yang dibutuhkan pelaku UMKM.

“Untuk itu lewat pelatihan ini kita kawal mereka (UMKM,red) agar mampu berkembang lebih baik dan tertata, apalagi sekarang zamannya industri yang serba menggunakan teknologi,” tegasnya.

Dalam pelatihan itu, para UMKM dilatih untuk dapat bisa memanage keuangan, administrasi, e-commerce, akses permodalan hingga info pasar.

“Ini sangat berguna supaya mereka tidak lagi menghitung secara manual, tapi mereka harus tertib administrasi mulai dari yang kecil, agar ketika sudah besar nanti mereka akan lebih mudah mengetahui berapa biaya produksi, fortopolionya, berapa pendapatan dan produk jenis apa saja yang laris di pasaran,” ulasnya.

Tidak hanya itu, dengan dihadirkannya para pakar dalam pelatihan tersebut seperti Helmi Mubarok (Tokopedia), Erry Sunarya (Akademisi Universitas Muhammadiyah Sukabumi/UMMI), pihak BRI dan entrepreneur lokal, para peserta mampu memasarkan produknya melalui Tokopedia maupun e-commerce.

“Mereka juga dilatih bagaimana memoto produk sebelum diupload agar lebih eye catching, sehingga para UMKM ini bisa lebih komersil lagi dalam menjual produknya. Dengan pelatihan ini kami yakin bisa menciptakan UMKM yang lebih maju, kreatif dan pemasarannya lebih luas.

Karena semakin maju UMKM Sukabumi pada khususnya dan Indonesia pada umumnya, maka ekonomi kita lebih menggeliat,” papar Windriyo.

Termasuk dalam menjalankan fungsinya sebagai financial intermediary untuk pembiayaan usaha mikro ini, BRI lah yang sangat fokus dalam menyalurkan kredit khususnya di Sukabumi.

“Khusus untuk mikro saja BRI telah menyalurkan pinjaman Rp1,2 triliun ditambah UMKM total ada sekitar Rp2 triliun, sedangkan dana yang dihimpun dari mikto saja baru sekitar Rp825 miliar kalau ditambah ritelnya jadi Rp1,6 triliun,” bebernya.

Menurut pria smart itu, berdasarkan catatan dari total fortopolio BRI sebanyak 85 persennya berada di sektor produktif. Hanya 15 persen saja di sektor konsumtif. “Ini tentunya akan menggerakkan ekonomi masyarakat di Kota Sukabumi,” ujarnya.

Sementara itu, apa yang dilakukan BRI Kanca Sukabumi dalam rangka menaikkan kelas para pelaku UMKM Sukabumi mendapat acungan jempol dari Walikota Sukabumi Achmad Fahmi.

Fahmi sangat bangga ada bank yang terbukti sangat konsen terhadap perkembangan UMKM demi meningkatkan laju perekonomian masyarakat Kota Sukabumi.

“Pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kapabilitas UMKM, supaya bisa go modern, go digital, go online dan go global.

Apa yang dilakukan BRI Cabang Sukabumi hari ini (kemarin,red) tentunya menjadi contoh bagi bank-bank lain untuk sama-sama membantu para pelaku UMKM agar naik kelas dan meningkatkan kapasitas mereka serta makin profesional,” ungkapnya.

Fahmi berjanji akan mensupport BRI Cabang Sukabumi, mengingat apa yang telah dilakukannya selama ini dinilainya sangat membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi.

“Luar biasa apa yang dilakukan BRI, kami menyadari bahwa keterbatasan lapangan kerja yang ada harus diimbangi dengan pencetakan wirausaha baru.

Harapannya UMKM semakin maju dan akan menguatkan ekonomi sebuah daerah,” tuturnya.

Ia mengajak para pelaku UMKM harus tertib secara administrasi dan keuangan. “Itu sangat diperlukan agar managemen keuangan tertata lebih baik lagi,” pungkasnya. (sri)

Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button