EKONOMI

Penghasilan Penjahit Pakaian Turun Drastis

×

Penghasilan Penjahit Pakaian Turun Drastis

Sebarkan artikel ini
Mas Majid (31) asal warga Kampung Cijambe Girang, Desa Cijambe, Kecamatan Cisaat, saat menjahit pakaian di masa pandemi Covid 19, Senin (31/8).

SUKABUMI — Merebaknya wabah virus corona atau Covid 19 di Kabupaten Sukabumi, telah berdampak buruk terhadap pertumbuhan ekonomi warga, terutama pekerja informal yang rentan berkurang pendapatannya hingga kehilangan mata pencarian lantaran sepi permintaan.

Kondisi demikian, pengaruhnya dirasakan oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Bank bjb Tandamata

Seperti halnya, yang di alami oleh seorang penjahit pakaian, Mas Majid (31) asal warga Kampung Cijambe Girang, Desa Cijambe, Kecamatan Cisaat.

Dirinya mengaku omzetnya tidak menentu sejak pemerintah menetapkan status pandemi Covid 19. Bahkan dirinya sering tak mendapat pesanan menjahit dari pelanggannya.

“Dampaknya besar pada menjahit. Biasanya satu bulan dua kali belanja. Nah, sekarang mah sudah tiga bulan belum belanja-belanja,” kata Majid kepada Radar Sukabumi, Senin (31/8).

Lebih lanjut ia menjelaskan, kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar empat bulan terakhir, tepatnya semenjak wilayah Sukabumi dinyatakan pandemi Covid 19.

“Biasanya kalau hari normal, dalam sebulan kita bisa menghasilkan uang sebesar Rp6 juta. Namun, semenjak Covid 19 paling juga Rp1 juta,” paparnya.

Untuk menutupi kebutuhan hidupnya, Sambung Majid, dirinya mengaku terpaksa mengisi kekosongan waktunya dengan bekerja sebagai buruh serabutan.

“Iya, kalau sedang sepi orderan, saya sering membawa mobil untuk mengangkut makanan. Kalau tidak seperti ini, bagaimana keluarga saya makan,” timpalnya.

Ia berharap, masa pandemi Covid 19 ini dapat segera berkahir, agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal seperti biasanya.

“Saya berdo’a semoga wabah virus ini segera berakhir. Agar kami tidak lagi kesulitan berkativitas, sehingga kebutuhan keluarga dapat terpenuhi,” pungkasnya. (den/d)