EKONOMI

Pemerintah Kudu Uber Sumber Dana Lain

×

Pemerintah Kudu Uber Sumber Dana Lain

Sebarkan artikel ini

Dihubungi terpisah, Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual meminta pemerintah terus menjaga kondisi ini. Bahkan kalau bisa terus meningkatkan iklim di pasar saham. Dengan kondisi itu, harapannya investor tak segan berinvestasi di Tanah Air.
“Saya pikir kita masih menjadi salah satu negara yang dimi­nati investor, dan itu konfirmasi bahwa Indonesia semakin baik. Apalagi tahun lalu pasca kenaikkan rating, sempat terjadi bullish dari investor ke pasar modal maupun investasi dalam negeri,” katanya.

Ia melihat pertumbuhan ekonomi hanya menjadi bagian kecil pertimbangan dalam penentuan rating utang. Karena itu sisi fiskal yang seharusnya mendapat perhatian lebih oleh pemerintah.
“Tentu kita ingat, bahwa tekanan suku bunga Amerika Serikat (Fed rate) naik, beban utang semakin mahal. Rupiah juga mengalami depresiasi, utang makin mahal karena banyak Surat Berharga Negara (SBN) Valas. Ini menjadi beban-beban yang harus ditanggulangi pemerintah,” ucapnya.
Ke depan, sambung David, Indonesia perlu lebih banyak diversifikasi pendanaan, sehingga mengurangi ketergantungan utang ke luar negeri.

Bank bjb Tandamata

“Sekarang tren pendanaan di Indonesia sudah bagus, dapen (dana pensiun) sudah berperan di SPN (surat perbendaharaan negara). Untuk pendanaan proyek, bank-bank juga masuk. Peran swasta terus didorong,” katanya.
Kini tantangan yang harus dihadapi pemerintah, menurut David adalah, memperbesar penerimaan pajak. Penerimaan pajak tahun ini perlu diseimbangkan kembali dengan kemungkinan realisasinya.
“Pada saat bersamaan, tax ratio harus ditingkatkan. Tapi jangan sampai mengganggu confidence,” ujarnya.(rmol)