Mulai membuat pola, detail ukuran, sampai berbagai trik menyulap kulit menjadi benda-benda kerajinan. ‘’Sampai tiga kali pindah perajin kulit di sana (Jogja, Red),’’ ungkapnya.
Serampung kuliah pada 2016 lalu Judin sempat bekerja di salah satu pabrik jaket di Kota Madiun, Merasa kurang sreg, dia memutuskan resign dan kembali menekuni dompet kulit. Beberapa kenalannya sealmamater dari Magetan dihubungi.
Peranti-peranti samak dan lembaran-lembaran kulit akhirnya lekat kembali dengan tangannya hingga sekarang.‘’Ambil kulit dari Magetan. Sesama penyamak, kadang juga lempar-lemparan garapan kalau sedang overload,’’ ujarnya.
(isd)



