Sebelumnya, pantauan Bank Indonesia (BI) menyebutkan bahwa nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, dari awal tahun hingga periode dua sampai tiga hari lalu mengalami depresiasi hingga 2,23 persen.
Namun, pelemahan Rupiah cenderung lebih baik ketimbang koreksi mata uang negara berkembang lainnya, seperti Brazillian Real (turun 2,81 persen), Indian Rupee (turun 3,38 persen), Philippine Peso (turun 4,15 persen), dan Turkish Lira (turun 6,54 persen).
Dua negara berkembang yang masih kokoh terhadap Dolar AS adalah mata uang Thailand, Thai Baht yang menguat 4,01 persen dan mata uang Malaysia, Ringgit Malaysia yang terapresiasi 3,82 persen.
?Ada kecenderungan hampir semua mata uang enggak hanya Indonesia tapi juga bahkan negara yang punya hak currency seperti jepang mereka juga terpengaruh. Bank Indonesia tentunya enggak akan tinggal diam juga, mudah mudahan operasi pasar mereka bisa membuat balance dari sisi rupiah,? tandasnya.
(mys/JPC)




