SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Menyadari potensi industri game yang tinggi di Tanah Air namun secara konten masih didominasi produk luar negeri, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) merilis program Indigo Game Startup Incubation.
Direktur Digital Business Telkom, Faizal R. Djoemadi mengatakan, pihaknya mengembangkan inisiatif lanjutan program eksisting Indigo Creative Nation tersebut dengan merujuk sejumlah data terkait. Hampir seluruh konten game yang dimainkan di Indonesia berasal dari luar negeri. Padahal value chain dari game ini cukup besar, yaitu 10-30 persen.
“Kami sangat yakin kemampuan generasi muda di Indonesia menciptakan konten sangat besar, terlebih Indonesia memiliki budaya lokal sangat kuat yang dapat dikembangkan melalui konten game,” ujar Faizal saat merilis program tersebut di sela acara DiLo Hackathon Festival 2019, akhir pekan kemarin.
Kegiatan tersebut dilangsungkan di 8 DiLo se-Indonesia yang diikuti 125 tim dari pendaftar sebelumnya 176 tim dengan total hadiah Rp300 juta. Khusus di Bandung, ada 15 tim yang ikut dalam aktivitas coding program secara spartan tersebut.
Menurutnya, tak hanya memicu kreativitas, secara bisnis pun game sebenarnya telah mampu menjadi industri sendiri yang menghasilkan keuntungan bagi pemain di industri ini. Mulai dari pengembang konten game, publisher, agregator, payment, dan distributornya.
“Industri game global mutakhir memiliki pendapatan kotor senilai USD 120 juta atau sekitar 10 kali lipat dibandingkan industri konten sejenis yakni musik dan film,” ucapnya.
Di sisi lain, pengguna game di Indonesia saat ini terus tumbuh, baik mobile game maupun online PC game. Diperkirakan pendapatan kotornya tahun depan mencapai USD 1 juta, dan akan tumbuh 2 kali lipat di tahun 2025.
“Pertumbuhan industri ini tidak lain juga didukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia, tersedianya infrastruktur digital yang telah dibangun TelkomGroup, serta bertambah banyaknya smartphone dan gadget di Indonesia,” tambahnya.
Indigo Game Startup Incubation sendiri tidak hanya ditujukan bagi startup game, namun juga ditujukan bagi mereka yang tertarik ingin belajar terjun ke industri ini. Sebab, industri tersebut merupakan salah satu bisnis digital yang tengah dikembangkan TelkomGroup.
“Oleh karena itu, mengembangkan Indigo Game Startup Incubation merupakan sebuah ajakan untuk berkolaborasi mengembangkan industri ini di Tanah Air dan bersama-sama tumbuh menjadi ekosistem yang besar. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan, gameim yang dikembangkan dari Gegerkalong ini dapat mendunia dengan cepat,” ujar Faizal.
Saat ini, Indonesia tengah mengembangkan ekonomi digital sebagai kekuatan dalam menyejahterakan Indonesia. Karenanya, terdapat kesempatan bagi para generasi muda dalam memberikan kontribusi sebesar-besarnya melalui sektor digital. Di sisi lain, Telkom sejak tahun 2009 sudah menangkap peluang tersebut melalui program Indigo Cretive Nation yang diantaranya menyediakan Digital Innovation Lounge (DILo) sebagai tempat pengembangan ide-ide inovasi dan kapabilitas digital yang tidak hanya terkait kemampuan teknis, melainkan juga aspek bisnis dan customer experience.
Hal ini ditambah inisiatif Telkom mengembangkan platform digital yang dapat dimanfaatkan gratis dalam membangun inovasi-inovasi secara cepat, seperti BigBox API dan platform IoT Antares yang juga digunakan dalam DILo Hackathon Festival 2019 tersebut.
(*/sri)






