SUKABUMI – Memulai usaha dari sekadar iseng-iseng kini berbuah manis bagi Dini Mardiati, owner dari brand kue kering “Uni Dini”. Sejak tahun 2013, Dini menapaki dunia bisnis kue kering dengan jumlah pesanan yang terus meningkat setiap tahunnya. Dari yang awalnya hanya menerima 20-30 toples pesanan, kini dalam satu musim Lebaran, ia mampu mengantongi pesanan hingga 500 toples.
Awal mula Dini terjun ke bisnis ini sebenarnya tak lepas dari peran sang ibu yang gemar membuat kue kering saat Lebaran. Banyak orang yang memesan dari ibunya, tetapi karena usia yang semakin tua, keahlian tersebut pun diwariskan kepada Dini.
Berbekal hobi dan keterampilan yang diwarisi dari sang ibu, Dini mulai mencoba membuat kue untuk dikonsumsi sendiri. Tak disangka, saudara dan tetangga yang mencicipi hasil buatannya mulai tertarik dan memesan. Dari mulut ke mulut, usaha Dini pun semakin berkembang.
Pesanan kue Uni Dini mulai meningkat pesat bahkan sebelum bulan Ramadan tiba. Pada minggu kedua Ramadan ini saja, Dini sudah menerima lebih dari 270 pesanan dan jumlahnya terus bertambah. Meski berbasis di Sukabumi, produknya juga telah merambah ke beberapa daerah lain seperti Bogor dan Tasikmalaya.
Salah satu produk best seller yang banyak diminati pelanggan adalah nastar buah. Meski pada dasarnya nastar dibuat dari adonan yang sama dengan nastar biasa, Uni Dini memberikan sentuhan khas yang membedakan produknya dengan yang lain. Jika umumnya nastar berbentuk bulat, Uni Dini menghadirkan nastar dalam bentuk karakter buah-buahan seperti nanas, stroberi, dan apel. Kreativitas ini membuat nastar Uni Dini lebih menarik secara visual dan semakin digemari pelanggan.
Selain nastar buah, Uni Dini juga menawarkan berbagai macam kue kering lainnya, seperti kastengel dan cheese bread stick. Produk cheese bread stick ini tergolong baru, karena baru dikembangkan dalam tiga hingga empat tahun terakhir. Keunggulannya terletak pada proses pembuatannya yang dipanggang, bukan digoreng, serta menggunakan bahan roti yang lebih sehat.
Meskipun harga bahan baku mengalami kenaikan, Dini berusaha agar kenaikan harga produknya tidak terlalu besar. Saat ini, harga kue kering Uni Dini masih cukup terjangkau, yaitu Nastar buah: Rp75.000 per 500 gram, Kastengel Rp80.000 per 500 gram dan Cheese bread stick Rp 80.000 isi 500 gram.
Dini mengakui bahwa bisnis kue kering ini bersifat musiman, terutama saat bulan Ramadan dan menjelang Lebaran. Namun, di luar musim tersebut, ia tetap menerima pesanan untuk kue basah tradisional, tergantung pada permintaan pelanggan.
Dengan kualitas premium yang tetap dijaga serta inovasi dalam bentuk dan rasa, Uni Dini semakin dikenal dan dipercaya oleh pelanggan setianya. Harapannya, bisnis ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak daerah di Indonesia.(wdy)





