Tahun ini PT DaFa menghasilkan 28 jenis benih pisang kultur jaringan di antaranya cavendish, barangan merah, kepok Kuning, mas kirana, ambon kuning, ambon lumut, tanduk, dan raja bulu. Selain itu juga PT DaFa mendukung kelompok tani nenas Langgeng Mulyo di Kabupaten Kediri untuk perbanyakan varietas nenas terbarunya. Benih tanaman hias yang dihasilkan antara lain anggrek Dendrobium, Phalaenopsis, bunga Chrysanteum, Lili, Aglonema dan lainnya.
Direktur Utama PT DaFa Nursyamsu Mahyuddin mengatakan, Perseroan memiliki laboratorium steril seluas 800 m2 yang didukung nursery seluas 2 hektar. Kapasitas produksi 2.000.000 benih per tahun. “Laboratorium kami juga mampu melakukan sertifikasi mandiri untuk benih pisang melalui teknik kultur jaringan,” jelasnya.
Mahyuddin juga terlibat dalam penyusunan panduan produksi benih hortikultura in-vitro yang diterbitkan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian. Dengan pengalamannya yang panjang, PT DaFa menyatakan siap berkontribusi mendukung penyediaan benih hortikultura bermutu di tanah air.
Bisnisnya ini sangat membantu program pemerintah, salah satunya program Bekerja. Kesuksesan program Bekerja atau Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera berbasis pertanian sangat ditentukan dengan benih bersertifikat. Perbanyakan benih melalui tehnik kultur jaringan menjamin kualitas yang baik dan didapatkan dalam jumlah yang cepat
Turut hadir ketua kelompok tani Alamanda, Anas Anis yang bergerak di bidang budidaya tanaman hias. Saat ini Anas sedang membutuhkan benih tanaman hias bermutu untuk memenuhi permintaan negara tujuan. “Poktan Alamanda sudah sejak lama bekerjasama dengan PT DaFa. Pengetahuan tentang manajemen Mahyuddin sudah tidak diragukan lagi,” imbuhnya.
(jpnn)





