“Bagaimanapun juga masyarakat Indonesia telah memasuki era digital. Satu hal yang paling penting adalah memahami bagaimana memanfaatkan secara maksimal berbagai keunggulan internet dan teknologi digital. Dengan begitu kita bisa lebih produktif dan meningkatkan kualitas hidup, sekaligus menghindari dampak negatifnya. Jangan sampai kita hanya sekadar menjadi masyarakat yang mengkonsumsi teknologi tanpa paham bagaimana memanfaatkannya,”ujarnya.
Kedepan, lanjut Francky, XL Axiata berencana menyusun suatu modul edukasi pemanfaatan internet dan media sosial secara sehat dan akan dipublikasi secara digital.
Dengan demikian, akan semakin luas masyarakat yang bisa memanfaatkannya, termasuk para orang tua dan para pengajar.
Menurutnya, program-program edukasi seperti ini perlu terus digerakkan oleh siapa saja agar manfaat internet dan berbagai layanan digital bisa semakin dirasakan oleh masyarakat Indonesia.
XL Axiata juga memiliki program Gerakan Donasi Kuota (GDK) yang menyasar ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
Program ini memberikan donasi berupa kuota data dan modem, sehingga bisa membantu sekolah-sekolah penerimanya untuk mengakses internet guna mendukung kegiatan belajar mengajar. Hingga saat ini GDK telah memberikan donasi ke lebih dari 2000 sekolah. (sri)






