EKONOMI

Jelang Ramadan Penjualan Baju Muslim Diprediksi Meningkat, ViaZafeera Siap Penuhi Permintaan

×

Jelang Ramadan Penjualan Baju Muslim Diprediksi Meningkat, ViaZafeera Siap Penuhi Permintaan

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Menjelang bulan Ramadan, tren penjualan baju muslim diprediksi akan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu butik yang siap menyambut lonjakan permintaan ini adalah ViaZafeera, butik yang dimiliki oleh Meike Asridawulan dan berlokasi di Jalan Bhayangkara, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi.

Menurut Meike, peningkatan tren ini didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berpenampilan sesuai syariat Islam, serta keberagaman model dan desain baju muslim yang semakin menarik. Saat ini, konsumen lebih menyukai model yang simpel, modern, dan tetap syar’i. Beberapa produk favorit di ViaZafeera antara lain gamis berbahan ceruty printing, gamis dengan potongan A-line, outer berpayet, serta setelan tunik.

Bank bjb Tandamata

“Tentu ada perbedaan tren antara pria, wanita, dan anak-anak dalam memilih baju muslim. Wanita lebih memperhatikan detail dan model, sementara pria cenderung mengutamakan kenyamanan dan kesederhanaan. Untuk anak-anak, warna cerah dan motif lucu menjadi daya tarik utama,” ujar Meike kepada Radar Sukabumi, Kamis (13/2).

Dalam strategi pemasarannya, ViaZafeera mengandalkan kombinasi pemasaran online dan offline. Media sosial, marketplace, serta WhatsApp admin toko menjadi platform utama untuk menjangkau pelanggan secara digital. Sementara itu, partisipasi dalam bazar, pameran, dan fashion show turut memperkuat eksistensi butik di pasar offline. “Kami juga sesekali memberikan promo diskon dan bundling untuk menarik minat pelanggan,” tambahnya.

Media sosial menjadi alat yang sangat efektif dalam memperkenalkan produk baru dan meningkatkan interaksi dengan konsumen. Selain itu, kisaran harga yang ditawarkan oleh ViaZafeera sangat beragam, tergantung pada model, bahan, dan proses produksi. Baju muslim sederhana dibanderol mulai dari ratusan ribu rupiah, sedangkan desain yang lebih eksklusif bisa mencapai jutaan rupiah.

Seiring dengan meningkatnya apresiasi terhadap produk lokal, banyak konsumen kini lebih memilih produk buatan dalam negeri yang memiliki kualitas setara dengan produk impor. “Produk lokal memiliki keunggulan dalam desain yang lebih sesuai dengan budaya Indonesia,” kata Meike.

Namun, kondisi ekonomi saat ini tetap menjadi tantangan tersendiri. Konsumen semakin selektif dalam memilih produk dan lebih mencari yang memiliki harga terjangkau. Untuk menghadapi tantangan ini, ViaZafeera terus melakukan inovasi, seperti menciptakan motif kain yang didesain dan dicetak sendiri agar memiliki ciri khas tersendiri, serta menggunakan bahan yang nyaman dan mudah menyerap keringat.

Tantangan lain yang dihadapi adalah ketersediaan bahan baku dan tenaga kerja yang mencukupi, terutama dalam memenuhi lonjakan permintaan menjelang Ramadan. “Persaingan di industri fashion muslim semakin ketat, sehingga kami harus terus berinovasi dalam menghadirkan produk berkualitas dan unik. Selain itu, pelayanan yang baik dan harga yang kompetitif juga menjadi kunci sukses kami dalam bersaing,” ungkap Meike.

ViaZafeera sendiri telah beroperasi selama lima tahun dan terus berkembang sebagai salah satu butik muslimah yang diperhitungkan. Meike mengungkapkan bahwa ketertarikannya di dunia fashion berawal dari keinginannya untuk mengajak wanita muslimah tampil lebih menarik, percaya diri, dan tetap fresh dengan busana syar’i yang praktis dan elegan.

Selain memproduksi baju muslim dengan signature print khas ViaZafeera, butik ini juga menerima pesanan baju custom seperti sarimbit keluarga, seragam pernikahan, seragam komunitas, baju pesta, dan seragam wisuda, semuanya tetap sesuai dengan norma dan kaidah Islam.(wdy)