SUKABUMI – Sejumlah harga pangan di Kota Sukabumi mayoritas tercatat mengalami kenaikan. Diantaranya komoditas daging ayam, cabai merah lokal, cabai hijau besar dan cabai keriting hijau. Namun untuk komoditas lainnya masih dalam kondisi stabil.
Berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi menyebutkan, posisi Kamis (10/8) di sejumlah pasar tradisional harga daging ayam broiler naik dari Rp35 ribu/kg menjadi Rp37 ribu/kg.
Kemudian cabai merah besar lokal naik dari Rp80 ribu /kg jadi Rp85 ribu /kg, cabai hijau besar naik dari Rp28 ribu /kg jadi Rp30 ribu /kg dan cabai keriting hijau naik dari Rp20 ribu jadi Rp24 ribu/kg.
Sementara itu, telur ayam negeri masih di harga Rp31 ribu/kg, cabai rawit merah Rp48 ribu/kg dan bawang merah jawa Rp30 ribu/kg.
Sementara untuk harga gula pasir lokal Rp14ribu/kg, minyak goreng kemasan di pasar modern Rp40.900/2liter dan minyak goreng kemasan di pasar tradisional Rp17ribu – 19ribu /liter serta beras premium kelas satu Rp11 ribu /kg.
Salah satu pedagang ayam keliling, Deni mengatakan, harga daging ayam selalu mengalami fluktuasi harga.
“Kemarin-kemarin memang sempat mahal hingga di harga Rp40 ribu saya jual terus turun sekarang baru naik lagi,” terang Deni kepada Radar Sukabumi, Kamis (10/8).
Ia pun tidak mengetahui penyebab pasti kenaikan harga daging ayam tersebut, namun menurutnya hal itu mungkin disebabkan harga pakan ayam yang mahal.
“Dari rumah potongnya memang sudah mahal, katanya sih harga pakannya naik,” pungkasnya. (wdy)






