Menurutnya, fakta-fakta itu seharusnya sudah diantisipasi pemerintah.
Pemerintah tidak perlu menunggu sampai harga naik baru memikirkan cara untuk mengatasinya. Beberapa hal yang sudah diterapkan terbukti tidak efektif menurunkan harga beras medium.
Misalnya operasi pasar dan penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET). Penerapan HET justru merugikan para pedagang eceran karena biaya yang mereka keluarkan saat membeli beras tersebut dari pedagang beras sudah melebih HET Rp 9.450 per kilogram.
Belum lagi biaya lain, seperti transportasi yang tidak diperhitungkan pemerintah.
“Harga beras yang konsisten tinggi tentu akan memberatkan konsumen, terutama masyarakat miskin yang pendapatannya sama atau kurang dari Rp 300 ribu per bulan. Beras menjadi salah satu kontributor kemiskinan mereka.





