“Pajak Bertutur ini sangat bermanfaat bagi para pelajar agar mereka menjadi generasi sadar pajak, juga sebagai pembelajaran lanjutan dari teori yang diperoleh dalam kelas. Materi tentang pajak dalam kurikulum pendidikan sendiri masih terhitung jumlahnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Ekstensifikasi dan Penyuluhan KPP Pratama Sukabumi selaku Ketua Tim Pajak Bertutur, Tubagus Rizvy menjelaskan, Pajak Bertutur dilaksanakan untuk memberikan pemahaman mengenai pajak kepada generasi muda, supaya nantinya mereka bisa tumbuh menjadi generasi yang sadar pajak.
“Merekalah yang akan menjadi pembayar pajak masa depan, mereka adalah patriot bangsa dan pahlawan masa kini,” tutur Tubagus Rizvy melalui keterangan resminya kepada Radar Sukabumi.
Menurut pria ramah ini, budaya sadar pajak harus ditanamkan sejak dini melalui pendidikan. Dengan adanya Pajak Bertutur, mereka dapat menjadi agen perubahan, untuk menyebarluaskan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya pajak.
“Kami harap setelah memasuki dunia kerja nanti, generasi bangsa ini dapat menjadi pembayar pajak yang penuh tanggung jawab sehingga di masa yang akan datang akan terwujud generasi yang sadar akan pajak,” paparnya.
Pajak Bertutur sendiri merupakan puncak dari agenda Pekan Inklusi 2018.





