Anda juga bisa membuat “krim enak” buatan sendiri dengan mencampurkan buah beku dan yogurt Yunani untuk alternatif yang lebih bergizi.
4. Pizza
Pizza yang disiapkan secara komersial adalah makanan ringan yang populer, termasuk di kalangan anak-anak dan remaja. Sayangnya, kebanyakan pizza tinggi lemak, karbohidrat olahan, dan kalori. Beberapa varietas juga dibuat dengan keju dalam jumlah besar dan daging olahan yang telah diawetkan, diasapi, atau diasinkan.
Asupan daging olahan yang lebih tinggi telah dikaitkan dengan obesitas dan peningkatan risiko penyakit jantung dan jenis kanker tertentu. Meskipun demikian, pizza tetap bisa dimasukkan ke dalam pola makan yang lengkap – selama Anda hanya menikmatinya sesekali dan dalam jumlah sedang.
5. Kue dan donat
Kue kering dan donat sering kali mengandung gula, tepung olahan, dan lemak dalam jumlah tinggi. Mereka juga biasanya tinggi kalori. Misalnya, 1 kue keping coklat berukuran besar dapat mengandung lebih dari 220 kalori, sedangkan satu donat berlapis mengandung lebih dari 300 kalori.
Saat rasa ngidam melanda, pilihlah satu porsi kecil daripada sebungkus kue atau donat. Hal ini memungkinkan Anda untuk menikmati makanan ini sebagai camilan sesekali sambil membatasi konsumsi kalori dan gula berlebih.
6. Kentang goreng dan keripik kentang
Kentang goreng adalah pilihan camilan atau makanan sampingan yang populer, terutama saat makan di luar. Rata-rata porsi 4 ons (117 gram) biasanya mengandung sekitar 378 kalori, menjadikan kentang goreng sebagai makanan berkalori tinggi.
Kebanyakan kentang goreng yang dibuat secara komersial juga tinggi lemak dan garam – dua bahan enak yang meningkatkan risiko makan berlebihan.






