Ia mengaku, memulai usaha dari hobi membuat kue. Dengan menitipkan satu hingga dua kotak kue di sejumlah warung terdekat, lambat laun namanya mulai dikenal masyarakat.
Berbagai pesanan mengalir deras dan berusaha mempertahankan kualitas walau harga berbagai bahan dasar seperti gula, terigu dan telur merangkak naik.
Baginya, kepuasan pelanggan adalah prioritas utama. Komitmen ini membuat usaha yang dirintisnya sejak 1988, dapat terus bertahan di tengah menjamurnya kompetitor sejenis.
Bolu pisang buatan Onih, tidak menggunakan bahan pengawet. Ini dilakukan, agar rasa asli kue tetap terjaga.
“Enggak pakai bahan pengawet tapi bisa kuat seminggu dan itu yang menjadi salah satu unggulan kami disini,” tuturnya.
Dengan mulai banyaknya outlet-outlet yang tersebar di beberapa daerah, dalam sehari ia mampu membuat bolu pisang hingga 200 bolu.



