EKONOMI

Beras Surplus Tetap Impor

×

Beras Surplus Tetap Impor

Sebarkan artikel ini

Meski masuk dalam golongan beras khusus, Enggar memastikan komoditas pangan utama itu akan dijual dengan harga medium. Impor akan dilakukan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), bukan Bulog. Beras impor ini akan diedarkan lewat gerai retail modern bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Beras yang diimpor itu diperkirakan masuk ke Indonesia akhir Januari, atau sebelum masa panen raya yang jatuh awal Februari-Maret nanti. Pemerintah berharap impor tidak mengganggu harga gabah petani seusai panen.

Bank bjb Tandamata

Terkait hal ini, JK kembali bicara lagi. JK menjamin keputusan mengimpor beras tidak akan merugikan petani. Impor untuk merespons minimnya stok beras di daerah penghasil beras. “Karena stok sekarang lagi kurang, serap dulu beras (dari luar), baru kemudian jual,” kata JK.
Menurutnya, meski tidak berperan dalam impor beras, Bulog akan berperan dalam operasi pasar.

Sementara, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menilai, impor beras tersebut menunjukkan Jokowi-JK begitu mencintai rakyat.

“Tidak ingin (harga beras) di konsumen tinggi, petani tidak boleh rugi,” kata Amran di Kantor Kemenko Perekonomian, kemarin.