Sementara itu, pemerintah akhirnya memutuskan impor beras, untuk meredam harga di pasaran yang kian melambung. Sebanyak 500 ribu ton beras didatangkan dari Thailand dan Vietnam, untuk menambah stok yang terus menyusut.
Wacana mengimpor beras ini sebenarnya sudah muncul sejak awal pekan lalu. Antara lain disampaikan Wapres Jusuf Kalla yang cemas memantau pergerakan harga beras medium di pasaran yang naik sejak akhir tahun.
Malah kenaikannya mengkhawatirkan karena sudah mencapai rekor baru yaitu Rp14 ribu per kilogram. Padahal menurut harga eceran tertinggi (HET) harga beras jenis medium dipatok Rp9 ribu per kilogram.
Stok beras yang dimiliki Bulog pun di bawah batas aman, 900 ribu ton. JK bilang, jika harga beras tak kunjung turun, pemerintah harus segera impor. Memang akan ada panen raya bulan depan, tapi JK khawatir stok tak cukup.
Baru pada Kamis malam kemarin, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita merealisasikan impor beras dengan mengeluarkan Permendag Nomor 1 Tahun 2018. Enggar mengatakan, impor beras adalah solusi efektif jangka pendek untuk menjaga stok dan menurunkan harga. Jenis beras yang akan diimpor untuk keperluan khusus dengan spesifikasi bulir patah di bawah lima persen.





