Rencana penetapan HET baru sebelumnya disampaikan MenĀteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Dia ingin ada HET untuk daging dan telur ayam. Tujuannya untuk menguatkan pengendalian harga pangan. Karena, menurutnya, kebijakan HET cukup efektif menekan inflasi 2017.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) belum lama, inflasi 2017 tercatat sebesar 3,6 persen. Angka itu meningkat dibandingkan 2016 yang tercatat 3,02 persen. Namun demikian, yang membanggakan, bahan pangan tidak masuk sebagai penyumbang inflasi seperti tahun-tahun sebelumnya.
BPS menyimpulkan 2017 pemerintah cukup berhasil kendalikan harga pangan. Penyumbang utama inflasi antara lain berasal kenaikan tarif listrik dan kenaikan biaya perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahya Widayanti menjelaskan, rencana pengaturan harga pada daging dan telur ayam, bukan dalam bentuk HET, namun dalam bentuk rentang batas bawah dan batas atas.
“Itu untuk mengontrol harga. Batas harga akan melindungi peternak dari kerugian jika terjadi penurunan harga. Namun, aturan juga harus tetap melindungi harga di tingkat konsumen,” ungkapnya.
Tjahya memastikan akan melakukan pembahasan dengan pihak-pihak terkait dalam menetapkan patokan harga. (rmol)



