Sementara itu, sistem distribusi bantuan juga menjadi sorotan. Ratusan warga Palestina tewas dalam beberapa minggu terakhir saat berusaha mendapatkan bantuan dari Gaza Humanitarian Foundation (GHF), sebuah organisasi yang didukung oleh AS dan Israel. GHF baru mulai beroperasi menggantikan sistem bantuan yang sebelumnya dijalankan oleh PBB.
Israel menuduh sistem PBB dimanfaatkan oleh Hamas untuk mencuri dan menjual bantuan, namun tuduhan ini dibantah oleh badan-badan PBB dan lembaga kemanusiaan internasional. Mereka menilai sistem baru buatan GHF tidak efektif dan tidak manusiawi.
Meski begitu, GHF mengklaim telah menyalurkan lebih dari 30 juta makanan “secara aman dan tanpa insiden” sejak beroperasi sebulan lalu.
Konflik Gaza masih terus memanas sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 orang lainnya, dengan 53 sandera masih belum dibebaskan. Sejak saat itu, lebih dari 55.600 warga Gaza telah tewas, mayoritas adalah warga sipil, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza.(*)






