“Ya ini memang pertama kali Indonesia dapat kesempatan yang begitu dominan di Sidang Umum WIPO,” ucapnya.
Fathurrahman melanjutkan, puncaknya adalah ketika Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly menyerahkan instrumen aksesi Protokol Madrid kepada Direktur Jenderal (Dirjen) WIPO Francis Gurry. Menteri Yasonna kemudian diberi kesempatan menyampaikan sambutan pelaksanaan ASEAN IP Exhibition dalam rangka ulang tahun ASEAN yang ke-50.
Yasonna dalam sambutannya secara khusus menyinggung ekshibisi terkait Indikasi Geografis ASEAN. “Menkumham RI menjadi satu-satunya delegasi dunia dari 188 negara anggota WIPO yang diminta menyampaikan pidato di atas podium WIPO bersama Dirjen WIPO Francis Gurry,” tutur Fathurrahman dengan nada bangga.
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia/Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB dan Organisasi-organisasi Internasional Lainnya yang Berkedudukan di Jenewa. Hasan Kleib juga menyampaikan sambutannya. “Kemudian Dirjen Kekayaan Intelektual Aidir Amin Daud juga diberi kesempatan untuk menyampaikan statemen mewakili sepuluh negara ASEAN,” tambahnya. (*)




