Siklus ketidakstabilan kepemimpinan Inggris dimulai dari David Cameron yang mundur usai kalah dalam kampanye mempertahankan keanggotaan Uni Eropa. Kursi perdana menteri kemudian berganti ke Theresa May, Boris Johnson, Liz Truss, Rishi Sunak, hingga akhirnya Keir Starmer yang membawa Partai Buruh kembali berkuasa pada Juli 2024.
Meski sempat meraih kemenangan besar dengan mayoritas 174 kursi, pemerintahan Starmer akhirnya menghadapi penurunan kepuasan publik, friksi internal partai, serta kekecewaan atas lambatnya realisasi pertumbuhan ekonomi dan penurunan biaya hidup.(*)





