Untuk itu, kondisi ini perlu diperhatikan secara serius terkait resiko tinggi terhadap gelmobang pasang air laut tersebut. “Saya harap warga agar selalu mengikuti perkembangan informasi yang diberikan oleh BMKG dengan cara mendownload di playstore aplikasi infoBMKG,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Forum Koordinasi SAR Daerah Kabupaten Sukabumi Okih Fajri Assidik mengatakan, saat ini kondisi air di perairan teluk Palabuhanratu masih dinilai aman dan tidak terlihat gelombang tinggi selama satu pekan terakhir.
Meski begitu, pihaknya selalu memberikan himbauan kepada seluruh warga yang tinggal di pesisir laut Selatan Sukabumi dan para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaannya, sesuai dengan himbaun dari BMKG.
“Untuk di perairan teluk Palabuhanratu, saat ini tinggi gelombang hanya berkisar 1 meter sampai 1,5 meter. Saya selalu menghimbau kepada para nelayan yang pergi melaut. Apalagi, yang berlayar ke perairan laut lepas Jawa Barat Selatan,” pungkasnya. (Den/d)






