Warga Sukaraja Sukabumi Ditemukan Tewas di Sungai Ciliwung Bogor, Kondisi Tidak Wajar

Warga Sukabumi Tewas di Bogor
Puluhan warga saat menyambut kedatangan jenazah Aris (27) di Kampung Cidadap Pangkalan, RT 02/RW 12, Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi

Semasa hidupnya, kata Pariddudin, korban merupakan seorang pemuda yang ceria dan mudah bergaul. Menurutnya, korban sempat ikut bekerja dengan Pariddudin untuk mengantar sayuran ke pasar Cibitung.

“Dulu pernah kerja ke saya kalau ngirim barang ikut saya ke Pasar Cibitung ngirim sayuran, dia ngenekin. Kalau seminggu paling dua kali, jadi buruh serabutan. Baik sih anaknya, suka ngobrol, di jalan suka pada ngopi. Ahamdulillah orangnya baik,” timpalnya.

Bacaan Lainnya

“Korban ini, adalah anak ke dua dari tiga bersaudara. Almarhum sudah menikah dengan orang Cibeureum Kota Sukabumi, tapi sudah cerai,” tukasnya.

Pihaknya tidak mengetahui secara pasti korban memiliki masalah apa di tempat kerjanya wilayah Bogor. Sebab, selepas korban berangkat bekerja ke Bogor, ia tiak melakukan komunikasi sama korban. “Tapi sama temennya suka komunikasi yang namanya Anggi itu. Gimana betah gak, Alhamdulillah katanya, sebelum terjadi itu. Tapi nggak tau masalahnya apa,” tukasnya.

“Nah, temannya korban itu bernama Anggi sedang di BAP oleh Polisi sebagai saksi. Jadi, saya juga belum ngobrol sama dia (Anggi),” paparnya.

Ia bersama warga lainnya berharap, kematian korban dapat terungkap secara benar, berikut dengan pelakunya. Sebab, ia bersama warga lainnya merasa kematian korban tidak wajar.

“Ya secepatnya lah ditangkap, kalau itu benar Aris (korban pembunuhan) pelaku-pelakunya secepatnya ketangkap, karena meninggalnya tidak wajar, itu sadis banget,” imbuhnya.

Masih ditempat yang sama, Paman Anggi yang merupakan teman korban, Medi (35) mengatakan, korban bersama temannya sekampungnya, Anggi (17) yang merupakan saudaranya Medi telah bekerja di tempat cuci steam dan tinggal di wilayah Bogor. Sebelumnya, korban dan Anggi bekerja di sebuah restoran, namun dikarenakan ada permasalahan akhirnya keduanya memutuskan untuk berhenti bekerja di situ.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, perisitiwa ini bermula saat korban bersama saudaranya bernama Anggi tengah nongkrong sambil ngopi bareng pada Sabtu (29/06) malam. Namun, tiba-tiba korban berlari seperti layaknya ketakutan.

“Kejadiannya malam Minggu. Terus udah setengah jam dicari, nggak ada. Pas dicari cuman ada sepatunya sebelah, di gang. Anggi kenal Aris sudah lama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *