“Saat ini, warga dihantui rasa was was, resah karena areal sawah rusak, makanya harapan kami kumpul disini untuk memastikan pihak terkait benar-benar datang dan melihat langsung dampak kerusakan yang terjadi,” sambungnya.
Ditambahkan Nirnawan warga lainnya, keberadaan perusahaan pertambangan tersebut sudah lama ada, namun banjir dahsyat dengan membawa air campur lumpur tidak hanya merusak lahan persawahan namun juga materialnya masuk hingga kedalam masjid yang tidak jauh dari aliran sungai.
“Sampai dibersihkan sekitar satu hari, gak ada pihak pihak perusahaan datang kesini, minta maaf atau apalah, gak ada, saya petani, punya sawah rusak parah, sama kena lumpur,” timpalnya.
“Justru harapan saya sebagai petani, kami mah agar supaya ditutup saja, kalau bisa, gak ada manfaat itu keberadaan PT itu, yang ada merugikan ke masyarakat,” tandasnya. (ndi/d)






