Warga Bakar Gubuk di Cibadak Sukabumi, Diduga Jadi Tempat Mesum 

Warga Cibadak Sukabumi Bakar Gubuk
Warga saat merobohkan sebuah gubuk yang diduga jadi tempat prostitusi di Kampung Cipanas, RT 02/RW 23, Kelurahan Cibadak

SUKABUMI – Warga Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, melakukan pembongkaran sebuah gubuk atau bedeng yang terletak di tepian sungai Cicatih, tepatnya di Kampung Cipanas, RT 02/RW 23, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi pada Senin (18/12) siang.

Tindakan warga ini, sengaja dilakukan lantaran gubuk tersebut diduga kerap digunakan untuk tindakan asusila.

Bacaan Lainnya

Kapolres Sukabumi, AKBP Maruly Pardede kepada Radar Sukabumi mengatakan, gubuk yang dihuni oleh dua orang yang diketahui berinisial Y berjenis kelamin laki-laki berusia 36 tahun dan A (32) yang merupakan seorang janda itu, terindikasi sering dijadikan  tempat tindakan asusila.

“Y itu diketahui warga Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak. Sedangkan A (45) tahun, merupakan warga Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi,” kata Maruly kepada Radar Sukabumi pada Senin (18/12).

Menurutnya, gubuk tersebut telah dirobohkan oleh masyarakat dan didampingi  Bhabinkamtibmas Kelurahan Cibadak, Bripka Sandi Praja dan Babinsa Kelurahan Cibadak serta Lurah Cibadak. “Informasi dari warga menyebutkan, bahwa gubuk tersebut sering digunakan oleh Y dan teman lelakinya untuk tindakan asusila,” tandasnya.

Meskipun sudah ada imbauan dari pengurus lingkungan, RT, dan RW. Namun, kedua orang tersebut tetap mengabaikan. Emosi warga semakin memuncak, tepat pada Senin (18/12) sekitar pukul 12.30 WIB, sewaktu warga berhasil memergoki Y dan A berada di dalam gubuk.

“Setelah mendapat konfirmasi bahwa Y sedang mengandung atau hamil 3 bulan, tanpa pernikahan yang sah,” tukasnya.

Setelah itu, warga segera menghubungi Bhabinkamtibmas, Babinsa, pengurus lingkungan, dan pihak kelurahan untuk mengambil tindakan lebih lanjut. “Sementara itu, Y dan A dikembalikan kepada orangtuanya dengan surat pernyataan,” bebernya.

Pihaknya menambahkan, kehadiran petugas Kepolisiai di lokasi bersama petugas Babinsa, dimaksudkan untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan atau tindakan main hakim sendiri.

“Saya juga mengucapkan terimakasih kepada warga yang selalu mengkoordinasikan permasalahannya dengan pihak Kepolisian melalui petugas Bhabinkamtibmas dan pemerintah setempat,” pungkasnya. (Den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *