BAROS— Walikota Sukabumi Achmad Fahmi langsung melakukan penanganan dampak banjir di Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros, Jumat (18/2).
Bahkan Fahmi ikut bergotongroyong membersihkan material lumpur dan barang lainnya yang terdampak bencana. Upaya pembersihan material dilakukan bersama dengan petugas BPBD Kota Sukabumi, unsur relawan aparat TNI/polri, PMI, anggota DPRD Kota Sukabumi, dan lain sebagainya.
“Curah hujan sangat ekstrem pada Kamis (17/2) di wilayah Sukabumi dan sekitarnya yang berdampak pada 68 tiitik musibah bencana baik longsor dan banjir,” ujar Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi.
Di mana di wilayah Baros paling parah karena menyebar di sejumlah RW. BPBD kata Fahmi, bersama relawan dan unsur lainnya melakukan pergerakan untuk membantu warga terdampak bencana.
Namun hingga kini rumah terdampak bencana masih didata baik rusak ringan, sedang dan berat. “Upaya pemda kami melibatkan relawan dan BPBD bagaimana melakukan evakuasi warga dan membuka posko kesehatan dan pengungsian dan dapur umum lapangan,” ungkap Fahmi.
Dirinya mengatakan warga diminta tetap tenang dan tidak panik mari bersama-sama melakukan penanganam sebaik-baiknya. Khususnya penanganan dampak selanjutnya.
Sementara itu, Dari pantauan Radar Sukabumi, sejumlah warga Kampung Sudajaya dan Kampung Tugu dibantu petugas BPBD Kota Sukabumi dan relawan kemanusiaan sibuk membersihkan puing reruntuhan bangunan rumah, lumpur hingga sampah yang berserakan. Di lokasi kejadian juga, sudah terbangun teda darurat untuk warga yang kehilangan tempat tinggalnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Imran Wardani menjelaskan, di Kampung Sudajaya RW3 terdapat 42 rumah rusak dan 50 Kepala Kerluarga (KK) dengan 179 jiwa terdampak.
Sementara, Kampung Tugu RW4 terdapat 39 rumah, 2 masjid, 1 pesantren rusak dengan warga terdampak sebanyak 44 KK dan 164 jiwa.
“Jumalah total rumah rusak di dua kampung tersebut sebanyak 78 uni, 2 masjid dan 1 pesantren dengan 94 KK serta 364 jiwa terdampak. Kalau jumlah total terdampak di Kota Sukabumi terdapat 191 KK dan 1.376 jiwa. Korban luka satu orang dan satu meninggal dunia,” kata Imran kepada Radar Sukabumi, Jumat (18/2).
Sejauh ini, lanjut Imran, terdapat kurang lebih 100 personel BPBD Kota Sukabumi bersama para relawan kemanusiaan membantu evakuasi warga yang terdampak. Bahkan, saat ini BPBD sudah mambangun tenda darurat untuk pengungsian para korban.
“Sejauh ini, terdapat lima KK yang mengungsi di tenda darurat yang sudah disediakan. Tim lapangan masih penyisiran, jadi warga yang rumahnya rusak berat akan diungsikan,” ujarnya. (*)






