SUKABUMI — Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi menyebutkan, gerakan literasi digital harus diperkuat. Pasalnya, data yang didapatkan warga pertama kali rata-rata dari digital. Bahkan, waktu akses internat warga Indonesia rata-rata 7 jam 53 menit.
“Sementara untuk global selama 6 jam 54 menit dan Indonesia peringkat 74 sedunia dalam kemampuan akses internet durasinya panjang. Dengan hal ini, anak dan remaja mengakses internet cukup panjang dan tantangan hadirkan literasi digital kolaborasi dengan Diskominfo,” ungkap Fahmi kepada wartawan saat menghadiri Forum Perangkat Daerah (FPD) Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusip) Kota Sukabumi, Kamis (17/2).
Lanjut Fahmi, gerakan literasi merupakan salah satu yang tidak bisa dipisahkan dalam membuat peradaban lebih baik. Karena itu, keluarga besar Dispusip harus kolaborasi dengan SKPD terkait dalam gerakan literasi digital bukan hanya yang biasa.
“Ada empat pilar dalam literasi digital bagainana media digital etis dan aman bermedia digital sehingga mampu meningkatkan kesadaran data pribadi. Selain itu cakap bermedia digital dan budaya bermedia digital. Saya titipkan pesan kecakapan literasi digital benar dipersiapkan,” paparnya.
Salah satunya, sambung Fahmi, edukasi warga untuk aktif literasi dan literasi digital memasyarakat karena tidak dapat dihindari dan juga ada delapan manfaat literasi digital. “Hal ini karena ketika mampu sosialisasikan akan efektifitas dan efisiensi akan nelekat di warga.
Manfaatnya yakni hemat waktu, hemat biaya, memperluas jaringan dan lain lain karena warga mengakses layanan melalui gawai,” paparnya.
Intinya, tambah Fahmi, adaptif dengan teknologi saat ini dalam pelayanan di mana koleksi buku dapat diakses berbasis teknologi dan bagaimana buku yang dibawa sudah digital library. “Pasca pandemi ini leterasi digital harus lebih diperkuat,” pungkasnya. (cr1/t)






