Walikota Sukabumi Sidak, Minyak Goreng Aman

Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi
Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi bersama Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sy. Zainal Abidin serta Forkopimda Kota Sukabumi melakukan pengecekan di salah satu distributor dan swalayan untuk memastikan stok minyak goreng di Kota Sukabumi aman, Selasa (15/3).

SUKABUMI— Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sukabumi melakukan pengecekan dan pengawasan stok minyak goreng (Migor) ke distributor dan swalayan, Selasa (15/3).

Di mana dari hasil pantauan minyak goreng di beberapa tempat tersebut dipastikan aman. ”Kami memastikan langsung ketersediaan minyak goreng yang ada di distributor dan pasar.

Bacaan Lainnya

Dari hasil pantauan bersama dengan aparat kepolisian minyak goreng tersedia.” kata Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi kepada Radar Sukabumi, Selasa (15/3).

Menurut Fahmi, Pemkot berharap warga tidak melakukan panic buying. Di mana warga mereka merasa kosong sehingga memborong minyak goreng. Padahal stok minyak ada namun berkurang dibandingkan kondisi normal.

Sementara itu, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sy. Zainal Abidin, mengatakan tinjauannya ini untuk memastikan tidak adanya penimbunan minyak goreng dan kelangkaan seperti yang terjadi di tempat-tempat lain.

“Hari ini kami dari unsur Forkopimda Kota Sukabumi melaksanakan pengecekan ketersediaan Minyak Goreng ke salah satu distributor kemudian ke salah satu pasar yang ada di Kota Sukabumi,” kata Zainal kepada awak media.

Zainal menambahkan, dari hasil pengecekan itu stok minyak goreng di Kota Sukabumi sudah dipastikan aman dan masih mencukupi. Pihaknya pun meminta agar masyarakat tidak resah dengan adanya isu kelangkaan tersebut sehingga terjadi panic buying.

“Tidak ada penimbunan, karena penimbunan itu sesuai dengan kategori peraturannya harus tiga kali lipat dari stok yang ada,” ujarnya.

“Dari hasil informasi yang kami dapatkan bahwa kebutuhan minyak goreng di Kota Sukabumi sebanyak 29.000 liter per minggu,” tambahnya.

Zainal mengancam, jika ada swalayan atau distributor dan sejenisnya melakukan penimbunan, pihaknya tidak segan-segan akan menindak lanjuti untuk diproses hukum. “Kita lakukan hukuman sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Dari hasil pengencekan stok migor di CV Kota Baru di Jalan Pelabuhan II Kel. Cikondang, dan Swalayan Ramayana di Jalan Tipar Gede, Kelurahan Tipar, bahwa kebutuhan migor untuk masyarakat Kota Sukabumi ada sebanyak 29.000 liter per minggu. (Cr1)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.