BERITA UTAMA

Viral Video Warga Suradita: Camat Gegerbitung Sebut Pemerintah Tak Abai

×

Viral Video Warga Suradita: Camat Gegerbitung Sebut Pemerintah Tak Abai

Sebarkan artikel ini
Sebuah video berdurasi 53 detik yang memperlihatkan kondisi memprihatinkan seorang warga Kampung Balekambang, RT 15/RW 07, Kedusunan Suradita, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial.
Sebuah video berdurasi 53 detik yang memperlihatkan kondisi memprihatinkan seorang warga Kampung Balekambang, RT 15/RW 07, Kedusunan Suradita, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial.

SUKABUMI – Sebuah video berdurasi 53 detik yang memperlihatkan kondisi memprihatinkan seorang warga Kampung Balekambang, RT 15/RW 07, Kedusunan Suradita, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial. Video tersebut memunculkan anggapan bahwa pemerintah desa hingga kabupaten tidak memberikan perhatian kepada warga bernama Kartin (56), perempuan dengan kebutuhan khusus.

Menanggapi hal itu, Camat Gegerbitung, Arid Ahmad Ridwan, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa informasi dalam video tersebut tidak sepenuhnya benar.

Bank bjb Tandamata

“Video itu sudah kami tindak lanjuti. Bukan berarti tidak ada intervensi dari pemerintah. Justru Ibu Kartin sudah menjadi perhatian dan sering menerima bantuan,” ujar Arid kepada Radar Sukabumi, Minggu (21/9).

Arid menjelaskan bahwa Kedusunan Suradita merupakan wilayah terdampak pergerakan tanah pasca bencana tahun 2024. Karena kondisi tanah yang labil, warga tidak dapat lagi membangun rumah di lokasi tersebut. Pemerintah pun merencanakan relokasi massal bagi seluruh warga.

“Ada 239 KK dengan total 678 jiwa. Relokasi sudah kami usulkan dan tahun depan masuk dalam kerangka anggaran Kabupaten Sukabumi,” tambahnya.

Pemerintah Kecamatan Gegerbitung juga telah bernegosiasi dengan pemilik lahan yang akan dijadikan lokasi relokasi, agar warga bisa segera pindah meski pembayaran lahan dilakukan bertahap. Beberapa dinas terkait seperti BPBD, DPTR, BPKAD, dan BAPELITBANGDA telah turun langsung atas instruksi Bupati Sukabumi.

Terkait kondisi Ibu Kartin, Arid menyebut bahwa ia mengalami keterbatasan fisik dan kesehatan sehingga lebih sering mengurung diri. Namun, perhatian dari keluarga dan perangkat RT tetap diberikan.

 “Pak RT yang juga saudaranya rutin memberikan makanan. Bantuan sembako dan sosial lainnya juga terus disalurkan,” jelas Arid.

Ia menambahkan bahwa upaya pemerintah untuk membawa Kartin menjalani perawatan sempat ditolak oleh pihak keluarga. Kartin disebut enggan bersosialisasi dan menolak untuk diurus.

Arid menyayangkan narasi dalam video viral yang seolah-olah menyudutkan pemerintah. Menurutnya, penanganan warga terdampak bencana tidak bisa dilakukan secara instan karena harus melalui proses anggaran dan koordinasi lintas instansi.

“Kami pastikan relokasi dan penanganan warga, termasuk Ibu Kartin, menjadi prioritas,” pungkasnya.(den/d)