SUKABUMI — Bencana tanah longsor yang melanda Kabupaten Sukabumi sejak Selasa, 3 Desember 2024 hingga Rabu, 4 Desember 2024 kembali meluas.
Berdasarkan Data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat total bencana yang terjadi mencapai 195 kejadian, dengan rincian 90 tanah longsor, 52 banjir, 18 angin kencang, 35 pergerakan tanah, dan lainnya. Sebanyak 38 kecamatan terdampak, dengan total 744 kepala keluarga atau 1.749 jiwa terkena dampak, dan 99 kepala keluarga atau 258 jiwa mengungsi.
Kerusakan yang terjadi meliputi 154 rumah rusak ringan, 21 rusak sedang, dan 41 rusak berat, serta 510 rumah terendam dan 183 rumah terancam. Kerugian material masih dalam proses pendataan.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan BPBD Kabupaten Sukabumi berharap situasi segera membaik dan masyarakat yang terdampak dapat kembali beraktivitas dengan normal. Upaya penyaluran bantuan dan evakuasi terus dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan warga.
Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, mengonfirmasi bahwa tiga warga telah meninggal dunia dan empat orang masih dinyatakan hilang akibat tertimbun longsor.
“Iya, barusan dapat laporan lagi, katanya ada tiga warga yang meninggal dunia akibat terdampak bencana tanah longsor,” kata Bey Machmudin saat meninjau lokasi bencana di Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (5/12/2024).
Menurut Bey, data jumlah warga yang terdampak bencana alam masih terus diperbarui. Namun, berdasarkan laporan sementara, tiga warga telah ditemukan meninggal dunia dan empat warga lainnya masih dalam proses pencarian oleh petugas gabungan. “Kalau yang tiga orang itu, katanya jasadnya ini sudah ditemukan,” tambah Bey.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama stakeholder saat ini fokus mengevakuasi warga yang terdampak ke tempat aman dan membuka akses jalan yang terputus. “Kami masih terus menyalurkan bantuan logistik untuk para penyintas bencana yang berada di lokasi terisolir,” ujar Bey.






