UMK Kota Sukabumi Naik 1,27 Persen

  • Whatsapp
Walikota SUkabumi, Achmad Fahmi
Walikota SUkabumi, Achmad Fahmi saat menerima audiensi dari para pengusaha dan serikat buruh di Balikota Sukabumi, Selasa (23/11).

CIKOLE- Pemerintah Kota Sukabumi melakukan pembahasan Upah Minimum Kota (UMK) dengan pengusaha dan serikat pekerja.

Dalam Pembahasan ini seluruh elemen yang terkait tidak mempermasalahkan terkait kenaikan UMK sekitar 1,27 persen.

Bacaan Lainnya

“Penetapan UMK ini sebenernya sudah di bahas dari jauh hari bersama unsur pengusaha, Depeko, perwakilan pekerja, SPSI, dan unsur pemerintah,” ujar Kepala Dinas Tenaga kerja (Disnaker) Kota Sukabumi Yadi Mulyadi.

Dikatakannya untuk Kota Sukabumi sendiri terjadi kenaikan UMK dari Rp2.530.182 naik sekitar 1,27 persen atau menjadi Rp. 2.562.000.

Munculnya nilai UMK untuk tahun depan tersebut, tentu saja berdasarkan rumusan yang sudah ditentukan dalam peraturan yang ada.

Diantaranya, laju pertumbuhan ekonomi, dan nilai inflasi di jawa barat. “Jadi ada rumusan -rumusan dalam menentukan kenaikan UMK di Kota Sukabumi,”terangnya.

Sejauh ini kata Yadi, dalam pembahasan tidak ada pengusaha yang merasa keberatan, termasuk juga para pekerja. Sehingga dalam perjalananya juga tergolong baik dan lancar.

“Alhamdulillah tidak ada keberatan dalam pembahasanya, baik pihak pengusaha, ataupun pekerja yang diwakili oleh SPSI,”akunya.

Makanya audensi yang dilakukan tadi untuk memberikan informasi kepada Walikota Sukabumi mengenai hasil perhitungan UMK yang sudah dilakukan.

“Nanti Pak Walikota Sukabumi akan membuat rekomendasi hasil kenaikan UMK ini ke Gubernur Jawa Barat,”jelasnya.

Sementara itu perwakilan Serikat pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Sukabumi, Dede, mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah menyatakan sepakat sejak pembahasan UMK dilakukan.

Meskipun kenaikan itu tidak sesuai dengan harapan. Tapi, harus bagaimana lagi, karena perhitungan UMK tahun ini juga mengacu kepada undang-undang Cipta Kerja.

Selain itu juga lanjut Dede, melihat kondisi perusahaan di Kota Sukabumi saat ini yang tergolong alami penurunan, dan pekerja juga merasakan.

“Yang jelas kami terima hasil kesepakatan yang sudah dilakukan menegnai kebesar UMK untuk tahun depan,”pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *