Tolak PHK, Ribuan Buruh PT MCA Cicurug Sukabumi Gelar Aksi Demo

Warga dan buruh saat melakukan aksi demonstrasi di halaman pabrik PT MCA Sukabumi
DIDEMO : Warga dan buruh saat melakukan aksi demonstrasi di halaman pabrik PT MCA Sukabumi, tepatnya di ruas Jalan Raya Siliwangi, Kilometer 24, RT 004/RW 002, Desa Benda, Kecamatan Cicurug pada Senin (31/10).

SUKABUMI —¬† Sedikitnya 1.200 karyawan¬† PT Mulia Cemerlang Abadi (MCA) Cicurug Sukabumi terdampak Pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran. Hal tersebut memicu gelombang aksi demontrasi buruh yang dilakukan pada Senin (31/10/2022).

Aksi unjuk rasa yang dilakukan didepan pabrik tepat di ruas Jalan Raya Siliwangi, Kilometer 24, RT (004/002), Desa Benda, Kecamatan Cicurug buntut dari sikap perusahaan yang sepi orderan akibat krisis global.

Bacaan Lainnya

Ketua DPC Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) Kabupaten Sukabumi Dadeng Nazarudin kepada Radar Sukabumi mengatakan, beberapa bulan terakhir ini hampir semua pabrik manufaktur di Kabupaten Sukabumi, sedang mengalami krisis sehingga pihak perusahaan melakukan pengurangan karyawan secara besar-besaran. Banyak hal penyebabnya tapi pada intinya pengurangan order yang cukup signifikan.

“Contoh yang saat ini kawan-kawan buruh PT MCA lakukan, mereka melakukan aksi karena adanya pengurangan karyawan sekitar 1200 orang dan adanya perbedaan soal pemberian hak kompensasi yang mereka terima,” kata Dadeng kepada Radar Sukabumi pada Senin (31/10).

Menurut Dadeng, para buruh PT MCA yang di off tanggal 31 Oktober 2022 ini, mereka meminta di pesangon. Lantaran, mereka sudah bekerja di perusahaan tersebut lebih dari 3 tahun. “Dari 2.200 buruh, sisanya hanya ada 600 orang itu, pun statusnya karyawan. Jadi, kalau buruh kontrak akan dihabiskan tanggal sekarang,” ujarnya.

Penanggung jawab aksi, Handi Ozi asal warga Kampung Babakan Sari, RW 02, Desa Benda, Kecamatan Cicurug mengatakan, ia bersama warga dan buruh pabrik yang bergerak dalam bidang garment ini, sengaja melakukan aksi mogok kerja sebagai salah satu bentuk protes terkait adanya pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Jadi warga kita demo ke sini. Nah, para buruh juga melakukan aksi mogok kerja sebagai salah satu dukungan ke warga karena mereka juga berpotensi terancam di PHK,” kata Handi.

Menurut Handi, kedatangan warga Desa Benda ke pabrik PT MCA ini, untuk mennyampaikan dua tuntutan kepada pihak perusahaan. Yakni, warga di Kampung Babakan Sari, RW 02, Desa Benda yang lokasinya berada di wilayah terdampak perusahaan agar tetap bisa bekerja di pabrik PT MCA selama perusahaan tersebut menjalakan aktivitas produksinya.

“Nah, yang kedua kami meminta, khususunya bagi warga Kampung Babakan Sari yang di off agar segera di pekerjakan kembali,” tandasnya.

Sebelum melakukan aksi tersebut, sambung Handi, warga dan pihak perusahaan kerap melakukan negosiasi. Namun, hasilnya deadlock. Untuk itu, ia bersama warga dan buruh yang bekerja di pabrik PT MCA mengancam akan terus melakukan aksi tersebut hingga tuntutan mereka semua terpenuhi oleh pihak perusahaan.

“Kesepakatannya, MoU sudah ada. Bahkan terakhir pada 31 Agustus 2022 untuk warga Babakan Sari minimal kontraknya aman sampai Desember 2022. Namun kenyataannya bukan hanya di Agustus. Tetapi, di September kemarin ada 30 orang dan pada Okktober 2022 sudah ada 59 orang yang di PHK. Bahkan, bulan depan rencananya ada 100 orang untuk warga yang akan di PHK. Kalau kami tidak bergerak, warga kita semua habis di PHK,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Benda, Riki Rachman mengatakan, ia mengaku sebagai kepala desa telah mendampingi dan memfasilitasi yang menjadi dasar dan aspirasi, khususnya dari warga setempat yang bekerja di PT MCA Sukabumi ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *