Sementara itu, Pemkot Sukabumi akan menutup sementara sejumlah fasilitas atau ruang publik saat perayaan tahun baru. Hal itu dilakukan untuk menghindari kerumunan masyarakat dan meminimalisir penyebaran Covid-19.
Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi menjelaskan, penutupan ruang publik tersebut mengacu pada Inmendagri Nomor 66 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada Natal dan Tahun Baru.
“Ya, seperti Alun-alun, Lapang Merdeka, itu kita akan tutup sementara saat perayaan tahun baru,” katanya.
Sedangkan untuk tempat wisata, kata Fahmi, akan tetap dibuka. Hanya saja, dengan syarat pembatasan jumlah pengunjung dan penerapan protokol kesehatan yang ketat. “Kita akan tempatkan petugas di tempat wisata,” sambungnya.
Petugas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan petugas kesehatan itu lah yang akan memantau perkembangan tempat wisata untuk mengingatkan pengunjung dan pengelola wisata terkait prokes. “Kita juga akan sediakan layanan kesehatan di sana (tempat wisata),” imbuh Fahmi.
Fahmi menambahkan, agar perayaan Nataru berjalan kondusif, aman, dan berdampak baik, maka dirinya pun meminta kepada masyarakat untuk tidak merayakannya dengan eforia.
Patuhi protokol kesehatan dan tetap menjalankan 5M yaitu, mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. “Di rumah saja. Insyaallah jauh lebih baik,” pungkasnya. (ris/bal/t)






