“Tetapi, secara kasat mata dan hasil dari informasi warga bahwa disini sudah tiga kali terjadi pembentukan lubang besar disepanjang jalur sungai bawah tanah.
Kalau pun nanti terjadi ambles lagi, tentunya sudah ada treknya tidak akan keluar dari jalur sungah bawag tanah tersebut,” cetusnya.
Menurutnya, akses jalan warga yang berada beberapa meter dari lubang besar tersebut kemungkinan besar dapat terancam putus. Pasalnya, keberadaan posisi akses jalan itu berada di atas sungai bawah tanah.
“Ya, kalau akses jalan warga ini bisa terancam putus karena memang posisinya ada di atas sungai bawah tanah ini,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua RW 02 Kampung Legoknyenang, Deni Rahayu Hamzah menjelaskan, sekitar 300 warga Kampung Legoknyenang, RT 05/02, mengkhawatirkan akses jalan warga.
Apabila terjadi amblas tanah susulan, aktivitas warga yang mayoritas bekerja sebagai petani akan terganggu dikarenakan jalan tersebut posisinya berada di atas terowongan saluran air bawah tanah perkebunan dan pesawahan warga.
“Ini satu-satunya akses jalan menuju Kampung Legoknyenang RT 02. Kalau jalan ini sampai putus, warga bisa terisolir. Karena jalan ini vital sekali,” jelas Deni.





